Parimo Bergerak! Sekda Temui Unhas, Kejar Pemenuhan Dokter Spesialis di Tiga RSUD

oleh -114 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Sekda Parigi Moutong Zulfinasran bersama jajaran direktur RSUD berfoto bersama pihak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin usai pertemuan membahas pemenuhan dokter spesialis di Makassar. Foto: Ist
Keterangan Foto: Sekda Parigi Moutong Zulfinasran bersama jajaran direktur RSUD berfoto bersama pihak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin usai pertemuan membahas pemenuhan dokter spesialis di Makassar. Foto: Ist

MAKASSAR, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tancap gas memperkuat layanan kesehatan. Sekretaris Daerah Parimo, Zulfinasran, menemui pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk membahas pemenuhan dokter spesialis di tiga rumah sakit daerah yang saat ini masih kekurangan tenaga medis pada sejumlah layanan prioritas.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat status rumah sakit rujukan di Parigi Moutong.

Dalam pertemuan resmi itu, Zulfinasran didampingi Wakil Direktur BLUD RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, Direktur BLUD RSUD Raja Tombolotutu, Astar Baturangka, serta Direktur RSUD Bulunapoaye Moutong. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan riil dokter spesialis di ketiga rumah sakit yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Baca Juga:  Pengeluaran Belanja dan Pembiayaan Parimo Masih di Bawah 50 Persen

Zulfinasran menegaskan, ketersediaan dokter spesialis merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, kelengkapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.

“Kami datang untuk menyampaikan kebutuhan riil daerah. Rumah sakit di Parigi Moutong membutuhkan tambahan dokter spesialis agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal dan tidak selalu bergantung pada rujukan ke luar daerah,” ujar Zulfinasran.

Ia menjelaskan, RSUD Bulunapoaye Moutong melayani masyarakat di wilayah utara kabupaten yang jaraknya cukup jauh dari pusat pemerintahan. Sementara RSUD Raja Tombolotutu dan RSUD Anuntaloko Parigi merupakan rumah sakit rujukan utama yang harus diperkuat dengan tenaga medis spesialis yang memadai.

Baca Juga:  Polisi Gadungan di Morowali Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah

“Kalau dokter spesialis terpenuhi, maka pelayanan bisa lebih cepat, tepat, dan efisien. Ini tentu berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan pasien,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Zulfinasran, siap membuka ruang kerja sama strategis dengan Unhas, baik melalui pola pendidikan dokter spesialis, penempatan residen, maupun skema kolaborasi lain yang sesuai regulasi.

“Kami berharap ada skema kerja sama berkelanjutan. Tidak hanya penempatan sementara, tetapi bagaimana kebutuhan dokter spesialis di daerah ini bisa terjamin dalam jangka panjang,” tambahnya.

Secara umum, pihak Unhas merespons positif permintaan Pemkab Parigi Moutong dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti melalui pembahasan teknis lebih lanjut bersama pihak rumah sakit.

Baca Juga:  Lewat Genting, Pemkab Parimo Ajak Masyarakat Sadar Stunting

Zulfinasran menyebut respons tersebut sebagai angin segar bagi peningkatan layanan kesehatan daerah. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal proses komunikasi hingga menghasilkan realisasi konkret.

“Alhamdulillah, Unhas merespons dengan baik dan siap menindaklanjuti. Ini bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk kepentingan masyarakat. Kita ingin masyarakat Parimo mendapat layanan terbaik tanpa harus jauh-jauh dirujuk ke luar daerah,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho