TP-PKK dan Bunda PAUD Dilantik, Parimo Tancap Gas Perkuat SDM dan Tekan Stunting

oleh -15 Dilihat
oleh
Prosesi pelantikan Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong di Aula Kantor Bupati. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga, pendidikan anak usia dini, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Foto: Diskominfo
Prosesi pelantikan Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong di Aula Kantor Bupati. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga, pendidikan anak usia dini, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Foto: Diskominfo

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) resmi melantik Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) dan Bunda PAUD Kecamatan se-kabupaten, Sabtu, 11 April 2026, di Aula Lantai II Kantor Bupati.

Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari unit terkecil, yakni keluarga. Mewakili Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Adrudin Nur, menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk menggerakkan masyarakat.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah yang saat ini difokuskan pada empat pilar prioritas, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan penurunan stunting, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis keluarga dan UMKM, pembangunan infrastruktur desa, serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Baca Juga:  Polisi Awasi SPBU di Sulawesi Tengah Cegah Kecurangan Pengisian BBM

“TP-PKK dan Bunda PAUD adalah motor penggerak. Kami membutuhkan inovasi kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam mempercepat penurunan stunting dan memastikan layanan PAUD menjangkau seluruh pelosok,” ujar Adrudin membacakan amanat Bupati.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Ny. Hj. Hestiwati Nanga, menekankan pentingnya kerja berbasis data dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Ia mengingatkan bahwa tanpa data yang akurat, program yang dijalankan berisiko tidak tepat sasaran.

“Program PKK itu kompleks. Kita tidak boleh hanya bekerja di permukaan. Saya minta seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan memiliki basis data yang akurat—mulai dari capaian imunisasi hingga deteksi dini penyakit seperti TBC,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Tahan Tersangka Pemalsuan Dokumen IUP di Morowali

Ia juga menyoroti tantangan serius yang masih dihadapi daerah, termasuk tingginya angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang memerlukan intervensi nyata dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Hestiwati turut mengungkapkan rencana peluncuran Transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Hj. Marwa Mahdang, Kabag Pemerintahan Ervian Aksa Yoza, serta para camat se-Kabupaten Parigi Moutong.

Dengan pelantikan ini, diharapkan lahir kolaborasi yang lebih responsif dan inovatif dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Baca Juga:  Langkah Cepat Parimo Dorong Hilirisasi Komoditas, Wamen Investasi Beri Lampu Hijau

“Dari keluarga yang kuat, kita bangun masa depan daerah yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo