Cetak Sawah Digenjot, Jalan dan Air Bersih Toriapes Terabaikan

oleh -100 Dilihat
oleh
Sampaikan Keluhan tokoh agama Dusun Toriapes, Noldi, menyampaikan keluhan terkait persoalan air bersih dan kondisi jalan kepada Bupati Parigi Moutong Erwin Burase saat panen perdana cetak sawah rakyat, Selasa (6/10/2026). Foto: Tommy Noho
Sampaikan Keluhan tokoh agama Dusun Toriapes, Noldi, menyampaikan keluhan terkait persoalan air bersih dan kondisi jalan kepada Bupati Parigi Moutong Erwin Burase saat panen perdana cetak sawah rakyat, Selasa (6/10/2026). Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Di tengah program cetak sawah yang didorong pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, warga Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), justru masih bergulat dengan persoalan dasar, air bersih dan jalan yang layak. Ironisnya, bak penampungan air di wilayah itu disebut telah dibangun lebih dari dua dekade, tetapi hingga kini belum memberikan manfaat sebagaimana mestinya.

Keluhan itu disampaikan langsung masyarakat kepada Bupati Parigi Moutong Erwin Burase saat menghadiri panen perdana hasil program cetak sawah rakyat di Dusun Toriapes, Selasa (6/10/2026).

Tokoh agama Dusun Toriapes, Noldi, mempertanyakan kondisi fasilitas air bersih yang hingga kini belum dapat dinikmati masyarakat. Ia menyebut, persoalan tersebut bukan baru terjadi, melainkan telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Bak ini sudah dibangun lebih dari 20 tahun, tetapi sampai hari ini tidak ada air yang bisa kami gunakan. Sumber air ada di Toriapes, tetapi kami yang tinggal di dusun ini belum menikmati air tersebut,” ujar Noldi.

Baca Juga:  Polda Sulteng Ajak Warga Tetap Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada

Kondisi tersebut menjadi ironi bagi masyarakat. Di satu sisi, pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program cetak sawah, sementara kebutuhan dasar warga di kawasan yang sama masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Menurut Noldi, persoalan air bersih seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap kehadiran Bupati di wilayah tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi warga.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah. Bukan hanya air, jalan juga sangat kami butuhkan untuk diperbaiki,” katanya.

Baca Juga:  Wakili Bupati, Ir. Lewis Hadiri Paripurna Pembentukan Pansus LHP BPK Parimo

Persoalan jalan bahkan dinilai semakin mendesak. Kondisi akses yang buruk menjadi beban bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang harus melewati jalur tersebut setiap hari.

Saat musim hujan, kondisi jalan semakin sulit dilalui. Anak-anak sekolah disebut kerap mengalami pakaian basah dan bahkan harus kembali ke rumah karena tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Situasi itu menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur di Toriapes bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi telah bersentuhan langsung dengan akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga lainnya juga menilai jalan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju kantong-kantong produksi masyarakat. Jalur itu tidak hanya digunakan warga Dusun Toriapes, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat Dusun TSM, Desa Posona.

Karena itu, kerusakan atau buruknya kondisi jalan berpotensi menghambat pergerakan hasil pertanian sekaligus meningkatkan beban masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Baca Juga:  Parigi Moutong Genjot Akses Pendidikan Merata

Di tengah ambisi pemerintah menjadikan Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah (Sulteng), persoalan infrastruktur dasar seperti jalan dan air bersih semestinya tidak boleh luput dari perhatian.

Program pertanian membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Jangan sampai cetak sawah terus diperluas, sementara akses masyarakat menuju lahan produksi dan kebutuhan dasar warga di sekitar kawasan tersebut masih terabaikan.

Warga berharap pemerintah tidak sekadar mencatat aspirasi, tetapi segera menghadirkan langkah konkret. Sebab, penantian selama lebih dari 20 tahun untuk menikmati fasilitas air bersih dinilai sudah terlalu panjang.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi kami dan menjadikan air bersih serta jalan sebagai prioritas pembangunan di Dusun Toriapes,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho