PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Gelombang laut dan banjir rob mengancam permukiman warga di Dusun III dan Dusun IV, Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng). Warga berharap pemerintah segera turun tangan menyusul hantaman ombak yang berulang kali merusak rumah di kawasan pesisir tersebut.
Andika, warga Dusun IV Desa Labuan Donggulu, menuturkan bahwa gelombang laut di wilayahnya kerap membesar saat musim barat maupun musim timur. Kondisi itu menyebabkan ombak berulang kali menghantam rumah-rumah warga yang dihuni ratusan kepala keluarga di kedua dusun tersebut.
Menurut Andika, situasi semakin parah ketika banjir rob melanda. Air laut bahkan menghantam dinding rumah, sehingga bangunan yang telah dihuni warga selama puluhan tahun itu kerap mengalami kerusakan akibat terjangan ombak.
Ia berharap Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Parigi Moutong meninjau langsung lokasi terdampak agar dapat melihat kondisi yang sebenarnya dihadapi masyarakat pesisir.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mempertimbangkan langkah konkret untuk mengurangi dampak abrasi dan gelombang laut demi melindungi permukiman serta keselamatan masyarakat.
“Saya berharap Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Parigi Moutong dapat melihat langsung kondisi warga di Desa Labuan Donggulu dan segera mengambil langkah penanganan agar permukiman mereka tidak terus terancam hantaman ombak dan banjir rob,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









