PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, dalam rangka sinkronisasi program strategis daerah 2024, Senin (29/4).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 8, Gedung C Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak, Jalan Harsono RM dalam No 3 Jakarta Selatan, pada Senin, 29 April 2024 itu bertujuan guna mewujudkan swasembada produksi ternak di Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam pemaparan Pemda Parigi Moutong yang disampaikan langsung oleh Pj Bupati Richard Arnaldo menyebutkan, ada beberapa potensi yang dimiliki daerah yang berslogan ‘Songu Lara Mombangu’ dengan luas 6.232 km².
“Luas wilayah Parigi Moutong yang cukup potensial dengan capaian panen padi dan palawija sebesar 65.413 Ha. Menghasilkan 130.129 Ton pakan ternak serta lahan tidur yang sangat luas mencapai 30.849 Ha. Tentunya ini sangat mendukung untuk dimaksimalkan menjadi pengembangan sapi potong,” ujarnya.
Parigi Moutong kata Richard, telah memiliki regulasi yang mengatur tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam melaksanakan kewenangan otonomi dibidang peternakan, yakni Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2017.
Sedangkan untuk potensi pasar, Parigi Moutong didukung oleh kemudahn akses pemasaran ke ibu kota provinsi serta peluang kemitraan suplay kebutuhan daging perusahaan pertambangan di Kabupaten Morowali dan penyangga kebutuhan daging di IKN.
“Parigi Moutong merupakan populasi ternak sapi terbesar kedua di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah 27.028 ekor, kambing 24.934 ekor dan populasi babi 44.431 ekor,” tutur Richard.
Richard juga menambahkan, beberapa program telah dilakukan dalam mendukung serta mewujudkan swasembada daging ternak, diantaranya melalui pengutan SARPRAS dan penyuluhan penyediaan Air Tanah Dangkal (ATD).
“Selain itu, Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) bekerjasama dengan IPB dan LPPM Untad, Sekolah Lapang Peternakan (SLP) bekerjasama dengan FAPETKAN Untad, serta bidang perbibitan dan produksi Inseminasi Buatan (IB) dengan angka kelahiran mencapai 4.782 ekor sapi per tahun 2021-2023, termasuk empat ekor sapi gen murni,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, mewakili Ditjen Pembibitan dan Produksi Ternak, Koordinator Pengelolaan SDGH, Cisilia Esti Suniarsih, sangat menyambut baik serta mengapresiasi audiensi ini.
“Ke depan saya mengharapkan Pj Bupati bersama DPRD Parigi Moutong beserta jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk terus melaksanakan pembangunan potensi peternakan di daerah melalui program-program strategis daerah,” harapnya.
Selanjutnya kata ia, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan akan membantu dan mengkaji hal-hal yang nantinya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, baik melalui dukungan anggaran dan program skala prioritas Nasional yang telah diatur dalam Kementerian Pertanian RI.
“Program strategis daerah harus juga didukung dengan penguatan regulasi oleh DPRD, sehingga nantinya kesiapan daerah sudah sangat mendukung ketika diminta oleh pemerintah pusat dalam hal mewujudkan program strategis Nasional di Tahun 2025 mendatang. Seperti swasembada produksi daging ternak, guna menjadi daerah penyangga IKN,” terangnya.
Di ketahui, tim audiensi Pemda Parigi Moutong bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI ini diikuti Wakil Ketua I dan II DPRD Parigi Moutong serta instansi terkait.**











