PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Sejumlah program prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) belum dapat dipastikan realisasinya. Hingga kini, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) belum juga turun, sehingga belum diketahui program mana saja yang benar-benar teranggarkan tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti mengatakan, usulan kegiatan di sektor pendidikan sebenarnya cukup banyak. Namun, tanpa kepastian DPA, seluruh program tersebut masih berada pada tahap perencanaan.
“Kegiatan kami sebenarnya banyak. Tapi karena DPA belum turun, kami belum tahu program mana yang teranggarkan dan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Disdikbud Parigi Moutong tidak lagi mengelola pekerjaan fisik. Fokus utama dialihkan pada peningkatan mutu pendidikan, terutama pada kualitas guru dan proses pembelajaran di sekolah.
“Sekarang kami tidak lagi mengelola pekerjaan fisik. Prioritas kami adalah peningkatan mutu pendidikan, bagaimana kualitas gurunya, bagaimana proses pembelajarannya,” katanya.
Menurut dia, kebijakan tersebut sejalan dengan arah program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu bentuk penyesuaian kebijakan nasional itu adalah perubahan sistem evaluasi pendidikan di sekolah.
“Kalau sebelumnya ada ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer, sekarang sudah tidak ada lagi. Sebagai gantinya muncul Tes Kemampuan Akademik atau TKA,” ungkapnya.
Ia menuturkan, TKA memiliki fungsi serupa ujian nasional pada masa lalu, namun tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Kewenangan kelulusan tetap berada di masing-masing satuan pendidikan.
“TKA ini semacam ujian nasional seperti dulu, tapi bukan penentu kelulusan. Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah,” tuturnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga masih menyiapkan anggaran untuk mendukung program pendidikan anak usia dini. Salah satunya melalui penyediaan makanan tambahan bagi peserta didik TK dan PAUD sebagai upaya pencegahan stunting.
“Di bidang TK dan PAUD, kami masih mengalokasikan anggaran untuk dukungan makanan tambahan agar anak-anak tidak mengalami stunting,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Parigi Moutong juga terlibat dalam mendukung sejumlah program nasional lintas sektor. Program tersebut mencakup penurunan angka stunting, pencegahan anak putus sekolah, serta penurunan angka kemiskinan.
“Kami juga mendukung program-program nasional seperti penurunan stunting, anak putus sekolah, dan penurunan angka kemiskinan,” pungkasnya.
Laporan: Rizky Noho









