PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase menegaskan komitmennya mewujudkan visi Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan melalui program Gerbang Desa di hadapan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid. Empat pilar utama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan, diklaim berjalan selaras dengan program 9 BERANI yang diusung Pemerintah Provinsi.
Penegasan tersebut disampaikan Erwin Burase saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (26/02/2026).
Dalam pemaparannya, Bupati menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas yang kini telah berjalan seiring dengan program BERANI SEHAT. Melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menggratiskan biaya pengobatan di rumah sakit bagi masyarakat.
Selain layanan kesehatan gratis, pemerintah daerah juga menghadirkan program ambulans gratis untuk menunjang akses pelayanan medis. Tak hanya itu, layanan pemulasaraan dan pengantaran jenazah dari rumah sakit di wilayah Parigi Moutong ke kampung halaman keluarga juga telah dijalankan.
Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat kendala, khususnya bagi warga Parigi Moutong yang meninggal dunia di rumah sakit provinsi di Kota Palu. Selama ini, biaya pemulangan jenazah kerap ditanggung keluarga secara pribadi, bahkan dalam beberapa kasus dibantu secara swadaya oleh pemerintah daerah.
“Kami masih sering menerima telepon dari keluarga pasien yang meninggal di rumah sakit provinsi. Program kami saat ini hanya mencakup pemulangan dari rumah sakit di Parigi Moutong ke kampung halaman. Kalau dari provinsi, terus terang kami masih kesulitan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, biaya ambulans dari Parigi ke Moutong saja bisa mencapai hampir Rp2 juta. Apalagi jika harus memulangkan jenazah dari Kota Palu ke wilayah terpencil di Parigi Moutong, tentu membutuhkan biaya yang lebih besar.
Karena itu, Bupati berharap ke depan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat menghadirkan solusi bersama, termasuk dukungan ambulans untuk membantu pemulangan jenazah warga Parigi Moutong yang meninggal dunia di rumah sakit provinsi.
“Harapan kami, ke depan ada sinergi yang lebih kuat antara kabupaten dan provinsi, sehingga masyarakat yang tertimpa musibah bisa mendapatkan pelayanan yang layak tanpa terbebani biaya besar. Ini bagian dari komitmen kita menghadirkan negara di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Basrul Idrus











