DPRD Parimo Soroti Respons Pemda Saat Banjir Moutong, Arifin Dg Palalo: Pimpinan Daerah Harus Hadir di Tengah Warga

oleh -126 Dilihat
oleh
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Arifin Dg Palalo, menyampaikan pandangannya dalam rapat paripurna DPRD Parimo terkait respons pemerintah daerah terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Moutong. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Foto: Konteks Sulawesi.
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Arifin Dg Palalo, menyampaikan pandangannya dalam rapat paripurna DPRD Parimo terkait respons pemerintah daerah terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Moutong. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Foto: Konteks Sulawesi.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Arifin Dg Palalo, menyoroti minimnya respons pimpinan daerah saat masyarakat terdampak bencana banjir di Kecamatan Moutong. Ia menegaskan, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di tengah masyarakat saat situasi darurat sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan.

Hal tersebut disampaikan Arifin Dg Palalo dalam rapat paripurna DPRD Parimo yang dihadiri Wakil Bupati Abdul Sahid, Selasa (10/03/2026). Dalam forum itu, ia menyampaikan keluhan terkait tidak terlihatnya kehadiran pimpinan daerah saat warga Moutong sedang menghadapi bencana banjir.

Menurut Arifin, di tengah kondisi darurat seperti banjir, masyarakat sangat membutuhkan perhatian dan kehadiran langsung dari pemerintah daerah. Namun kenyataannya, kata dia, respons tersebut belum terlihat secara nyata.

Baca Juga:  Wabup Parimo Terima Audiensi Dirjen Cipta Karya Bahas Infrastruktur

“Seharusnya di tengah kondisi darurat seperti itu pimpinan daerah hadir di tengah masyarakat, tapi kenyataannya tidak ada,” ujar Arifin.

Ia bahkan menyinggung situasi yang menurutnya akan berbeda jika berada pada momentum politik seperti pemilihan umum, di mana para calon kepala daerah biasanya datang langsung ke masyarakat untuk menarik simpati.

Lebih jauh, Arifin menilai pemerintah daerah seharusnya tidak hanya memberikan bantuan sembako saat bencana terjadi, tetapi juga membawa solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut adalah sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air hujan. Banyak saluran air yang dinilai terlalu kecil sehingga mudah meluap meskipun hujan hanya berlangsung beberapa jam.

Baca Juga:  Buaya Terkam Warga di Morowali Utara, Jasadnya Belum Ditemukan

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar bantuan sembako, tapi solusi nyata seperti perbaikan drainase agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi saluran air di area persawahan yang dinilai sudah perlu dilakukan normalisasi. Ketika air meluap, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga membawa lumpur yang merusak lahan pertanian dan menurunkan hasil panen petani.

Arifin bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengajak langsung pimpinan daerah meninjau kondisi di Kecamatan Moutong agar dapat melihat secara nyata dampak yang dialami masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Erwin Resmikan HUT Desa Kayu Agung, Dorong Gerbang Desa

Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan solusi konkret melalui kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Kalau pimpinan daerah turun langsung melihat kondisi di lapangan, tentu akan lebih mudah mencari solusi dan mengeksekusinya melalui kebijakan dan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.

Laporan: CR