Abrasi Ancam Empat Desa Pesisir Sidoan, Tanggul Mendesak Dibangun

oleh -168 Dilihat
oleh
Abrasi mengikis kawasan pesisir Desa Sidoan Timur, Kecamatan Sidoan, hingga mengancam bahu jalan Trans Sulawesi. Foto: Tommy Noho.
Abrasi mengikis kawasan pesisir Desa Sidoan Timur, Kecamatan Sidoan, hingga mengancam bahu jalan Trans Sulawesi. Foto: Tommy Noho.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Ancaman abrasi mulai dirasakan warga di sejumlah desa pesisir Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Empat desa yang menjadi perhatian yakni Sidoan Induk, Muara Jaya, Sidoan Timur, dan Sintuwu Raya.

Di Desa Sidoan Induk, air laut dilaporkan mulai menghantam rumah warga. Kondisi serupa terjadi di Desa Muara Jaya. Sementara di Sidoan Timur dan Sintuwu Raya, genangan air laut disebut mulai merendam rumah warga, terutama saat terjadi banjir rob.

Persoalan tersebut mendapat perhatian setelah sejumlah kepala desa menyampaikan keluhan terkait kebutuhan penanganan abrasi kepada politisi PDI Perjuangan, Arpan Hi. Sahar Lamandira.

Arpan mengatakan, keempat desa tersebut membutuhkan pembangunan tanggul abrasi untuk melindungi permukiman warga yang berada di kawasan pesisir.

Baca Juga:  Erwin Burase Hadir dalam RUPS Tahunan Bank Sulteng di Palu

Menurutnya, penanganan abrasi membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi dapat mengambil peran dalam penanganan persoalan tersebut, terutama karena kewenangan terkait wilayah kelautan berada pada pemerintah provinsi.

“Ini bukan persoalan mau atau tidak untuk melakukan perjuangan dalam hal mendapatkan anggaran. Saat ini Parigi Moutong sudah tidak ada harapan dalam menganggarkan talut abrasi karena anggarannya besar. Harapan kita adalah provinsi yang memiliki kewenangan besar untuk kelautan,” kata Arpan, Kamis (1/10/2026).

Ia menegaskan akan bersama pemerintah Kecamatan Sidoan memperjuangkan pembangunan tanggul abrasi agar dapat direalisasikan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, rumah warga yang berada di sepanjang pesisir berpotensi terdampak lebih parah.

Baca Juga:  Anwar Hafid Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi

“Saya bersama camat akan memperjuangkan tanggul ini. Bagaimana caranya harus terealisasi. Jika tidak, rumah warga yang ada di bantaran pesisir pantai yang akan jadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sidoan Haris Irawan, S.P., mengatakan pihaknya akan membawa sejumlah kepala desa untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng). Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para kepala desa untuk menyampaikan langsung kondisi abrasi yang terjadi di wilayah mereka.

“Kami dengan Pak Arpan yang akan mengawal langsung, karena ini yang akan menjadi kebutuhan dasar masyarakat Kecamatan Sidoan,” ujar Haris.

Baca Juga:  Buaya Terkam Warga di Morowali Utara, Jasadnya Belum Ditemukan

Ia juga menyoroti kondisi di Desa Sidoan Timur yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Abrasi disebut telah mengikis bahu jalan yang berada di jalur Trans Sulawesi.

Haris berharap kondisi tersebut mendapat respons dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, mengingat abrasi tidak hanya berdampak terhadap permukiman warga, tetapi juga berpotensi mengganggu infrastruktur jalan.

“Khusus di Desa Sidoan Timur juga paling parah karena berkaitan dengan jalan Trans Sulawesi. Bahu jalan sudah habis terkikis oleh abrasi. Semoga pihak BPJN Sulawesi Tengah juga merespons hal tersebut,” pungkasnya.

Laporan: Iskandar Miu