PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Ketidakhadiran pejabat teknis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kerja Panitia Khusus (Pansus) kembali disorot DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Dalam rapat paripurna pembentukan Pansus Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK), interupsi keras disampaikan Fraksi PKS yang menilai kehadiran OPD selama ini hanya bersifat formalitas dan melemahkan fungsi pengawasan dewan.
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Fraksi PKS, Apt. Muhammad Basuki, MH, menegaskan kehadiran penuh pejabat OPD menjadi syarat mutlak agar Pansus LHP-BPK berjalan efektif. Ia menilai, tanpa kehadiran unsur teknis, proses penggalian data dan klarifikasi kerap buntu di tengah jalan.
“Saya secara pribadi menekankan, dalam kerja Pansus kehadiran OPD itu sangat penting. Tanpa mereka, kita kesulitan menggali informasi dan data yang dibutuhkan,” ujar Basuki dalam rapat paripurna pembentukan Pansus LHP-BPK, Senin, 26 Januari 2026.
Basuki mengungkapkan, pola kehadiran OPD selama ini cenderung berulang dan bermasalah. Dalam sejumlah Pansus sebelumnya, pejabat yang hadir sering kali hanya kepala dinas atau direktur rumah sakit, tanpa didampingi jajaran teknis yang memahami detail pekerjaan.
“Yang hadir biasanya hanya kepala dinas, paling ditemani Kasubag Program. Ketika kita masuk ke pertanyaan teknis, pejabat yang menguasai substansi justru tidak ada,” katanya.
Menurut Basuki, absennya pejabat teknis membuat banyak pertanyaan anggota Pansus tidak terjawab secara memadai. Kondisi ini, kata dia, menjadikan fungsi pengawasan DPRD kehilangan daya tekan dan rawan menjadi sekadar prosedur administratif.
“Pertanyaan-pertanyaan teknis akhirnya melempem. Tidak ada kejelasan, seolah lewat begitu saja,” ucapnya.
Ia pun meminta agar seluruh OPD menghadirkan struktur lengkap dalam setiap agenda Pansus, mulai dari kepala bidang, Kasubag Program, Kasubag Kepegawaian, hingga bendahara, agar pembahasan LHP-BPK tidak berhenti di level normatif.
“Jangan hanya kadisnya saja. Harus lengkap, supaya kerja Pansus tidak seperti angin lalu dan benar-benar menghasilkan kejelasan,” tegas Basuki.
Laporan: Tommy Noho











