PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Akses jalan menuju Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang selama ini terputus, masuk dalam rencana pembukaan jalur konektivitas kantong produksi. Namun, pengerjaannya masih menunggu dukungan alat berat dari pemerintah provinsi dan pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih mengupayakan ketersediaan alat berat untuk membuka dan melanjutkan akses jalan di wilayah Toriapes.
“Kami masih menunggu alat berat dari provinsi untuk mengerjakan jalan yang ada di Toriapes. Ke depannya, kita harus membuka akses jalan-jalan kantong produksi. Ada beberapa usulan kami ke provinsi dan ke pusat terkait pengadaan alat berat,” kata Irwan saat ditemui media ini, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan alat berat menjadi penting karena pemerintah daerah dapat mengerjakan pembukaan jalan dengan pola swakelola yang dinilai lebih efisien dibandingkan pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan secara kontraktual.
Ia mencontohkan, pekerjaan jalan secara kontraktual dapat membutuhkan biaya sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta per kilometer. Sementara dengan dukungan alat berat milik pemerintah, pekerjaan dapat dilakukan secara swakelola dengan kebutuhan anggaran yang lebih terfokus pada bahan bakar dan honor operator.
“Kalau misalnya kontraktual, hitungan per kilometer bisa Rp100 juta atau Rp200 juta. Tetapi kalau ada alat tersebut, kita bisa melakukan swakelola dengan hanya membeli BBM dan menganggarkan honor operator alat berat, sehingga lebih banyak yang bisa kita kerjakan,” ujarnya.
Irwan mengatakan pembukaan akses Toriapes merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas menuju kantong-kantong produksi, khususnya kawasan perkebunan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan konektivitas tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, terutama untuk membuka akses wilayah produksi yang selama ini terkendala infrastruktur jalan.
“Ini salah satu program Bupati terkait konektivitas yang berada di jalur kantong produksi dan perkebunan masyarakat. Memang ke depannya itu menjadi salah satu fokus Bupati,” katanya.
Ia menambahkan, Bupati Parigi Moutong juga telah mengusulkan pengadaan alat berat kepada pemerintah pusat dan provinsi. Pemerintah daerah, kata dia, pada dasarnya memiliki tenaga untuk mengerjakan pembukaan akses, tetapi masih terkendala ketersediaan peralatan.
“Tenaga kami sebenarnya mampu, hanya persoalannya alat. Kami juga berupaya, mudah-mudahan tahun depan kita bisa membeli alat berat. Semoga efisiensi ini cepat berlalu karena dengan efisiensi ini kita harus berpikir keras agar pembangunan bisa dilaksanakan lebih efisien lagi,” ujar Irwan.
Khusus akses Dusun Toriapes, ia memastikan wilayah tersebut telah masuk dalam program konektivitas kantong produksi pemerintah daerah. Pemkab juga tengah mengupayakan dukungan alat berat melalui pemerintah terkait, termasuk dari sektor transmigrasi.
“Untuk Dusun Toriapes sudah menjadi program Bupati untuk konektivitas kantong-kantong produksi. Kami sedang mengupayakan bantuan alat berat dari transmigrasi sehingga kami bisa lebih fokus mengerjakannya,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









