Gunakan Rp700 Miliar Anggaran, Pusat Data Nasional Dibobol Hacker

oleh -392 Dilihat
oleh
Gunakan Rp700 Miliar Anggaran, Pusat Data Nasional Dibobol Hacker
Foto: Konferensi pers terkait Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 di Jakarta, Senin (24/6/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

JAKARTA, KONTEKS SULAWESI Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informasi menjadi salah satu lembaga yang memiliki anggaran belanja paling besar di antara kementerian lainnya.

Dia mengatakan sampai Mei 2024, Kementerian Kominfo telah membelanjakan hingga Rp4,9 triliun APBN.

“Belanja Kominfo cukup besar mendekati Rp5 triliun, atau Rp4,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (27/6/2024).

Dia mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk beberapa keperluan. Di antaranya, untuk pemeliharaan dan operasional BTS 4G sebanyak Rp1,6 triliun dan pemeliharaan data center nasional yang mencapai Rp700 miliar.

Baca Juga:  Sosialisasikan Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2024, Armin: Mari Samakan Persepsi

“Data center nasional Rp700 miliar,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, dia mengatakan belanja Kominfo juga digunakan untuk kapasitas satelit yang memakan biaya Rp700 miliar. Selain itu, proyek Palapa Ring memakan biaya sampai Rp1,1 triliun.

Sebelumnya, Pusat Data Nasional (PDN) menjadi sorotan lantaran dibobol oleh hacker. Pembobolan ini membuat terjadinya gangguan pada layanan publik yang menaruh data di pusat data tersebut.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan menggunakan malware dan meminta tebusan US$ 8 juta (Rp131 miliar). Kepala BSSN, Hinsa Siburian, menjelaskan PDN down karena serangan siber yang memanfaatkan ransomware brain chipher (brain 3.0).

Baca Juga:  Kekeringan dan Karhutla Parimo Masuk Fase Darurat, Ketua DPRD Desak Pemda Salurkan Bantuan

“Ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0. Jadi memang ransomware ini kan dikembangkan terus. Jadi ini adalah yang terbaru yang setelah kita lihat dari sampel yang sudah dilakukan sementara oleh forensik dari BSSN,” katanya.

Hinsa menjelaskan bahwa BSSN, Kemenkominfo, dan Telkomsigma masih terus berusaha memulihkan seluruh layanan, termasuk memecahkan enkripsi yang membuat data di PDN tak bisa diakses.

Sumber Artikel : CNBCIndonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *