PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Sorotan tajam Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong (Parimo), Muhammad Irfain, terkait kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur dua Petapa akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pemerintah daerah. Jalur utama yang semestinya terang justru kerap gelap gulita karena lampu tidak berfungsi, memicu keresahan warga pengguna jalan.
Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Setda Parimo, Haerudin, mengungkapkan penyebab utama padamnya lampu di jalur tersebut adalah maraknya pencurian kabel.
“Kabel di jalur dua Petapa-Boyantongo sudah sering dicuri. Bahkan setiap kali diganti agar lampu kembali menyala, hanya bertahan sekitar seminggu lalu mati lagi. Saat dicek, ternyata kabelnya digunting dan diambil,” jelas Haerudin, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, kabel tanah yang digunakan di jalur dua Petapa memiliki nilai tinggi karena mengandung tembaga lebih banyak. Selain kualitasnya bagus, kabel jenis itu juga dipilih demi faktor keamanan, mengingat jalur tersebut sering tergenang air saat musim hujan.
“Kabel itu mahal, tetapi juga lebih aman. Kami tidak asal pasang karena harus mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Haerudin menegaskan saat ini pihaknya lebih memprioritaskan perbaikan PJU dalam kota Parigi. Menurutnya, kebutuhan penerangan di pusat kota menjadi perhatian utama karena langsung dirasakan masyarakat luas.
“Bukan berarti jalur dua kami abaikan, tetapi bagaimana jaminannya kabel tidak dicuri lagi? Walaupun anggarannya memadai, kalau setiap minggu hilang pasti jadi temuan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan pihaknya tidak tinggal diam terkait aksi pencurian kabel tersebut. Laporan resmi sudah disampaikan kepada pihak kepolisian, namun hingga kini belum ada titik terang siapa pelaku pencurian berulang itu.
“Kami sudah melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian, tapi sampai sekarang pelakunya belum terungkap,” pungkas Haerudin.
Laporan: Tommy Noho











