PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Di mata Isram Said Lolo (ISL), figur Kapolres Parigi Moutong (Parimo) AKBP Dr. Hendrawan bukan sekadar pemimpin muda, tapi juga simbol keterbukaan informasi publik.
“Saya tidak melihat sedikit pun indikasi bahwa Polres Parimo menutup ruang informasi publik,” ujar ISL.
ISL sebagai Direktur LSM Format Pusat Parimo yang juga Ketua DPW PEKNAS Provinsi Sulawesi Tengah ini menilai, sejak awal menjabat, Kapolres Hendrawan justru membangun komunikasi yang aktif dengan semua elemen masyarakat, khususnya media.
Langkah konkret itu terlihat dari pertemuan rutin antara jajaran Polres dan awak media yang sejak beliau bertugas sudah lakukan
“Teman-teman wartawan mengaku nyaman berdialog langsung dengan Kapolres,” kata ISL menegaskan.
Bagi ISL, Hendrawan bukan hanya kapolres termuda dalam usia, tetapi juga muda dalam sikap.
“Beliau muda ditemui, muda dihubungi, muda menghubungi, muda berdiskusi, bahkan mudah bercanda dan beradaptasi,” ujarnya.
Suatu ketika, ISL menyaksikan langsung kepedulian Hendrawan terhadap relasi dengan media. “Beliau menegur keras anggotanya yang dianggap kurang menghargai wartawan,” tutur ISL.
Saat itu Hendrawan menegaskan, Jika kalian mau dihargai, maka hargailah orang lain. Wartawan itu mitra, saudara kita untuk membangun daerah ini. Parigi Moutong besar, dan tak ada yang bisa bekerja sendiri.
“Sejak saat itu, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu beliau membangun komunikasi yang sehat antara kepolisian dan masyarakat.” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









