PALU, KONTEKS SULAWESI – Asrama Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Parimo) di Jalan Yojokodi, Kota Palu, tinggal puing saat Ketua PMI Parimo, Hestiwati Nanga, menapaki halaman yang menghitam oleh api. Empat hari setelah kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal para mahasiswa itu, bantuan sandang, pangan, hingga obat-obatan didorong cepat agar para penyintas tidak terperosok lebih jauh dalam krisis.
Ketua PMI Parimo, Hestiwati Nanga, meninjau langsung lokasi kebakaran Asrama Yojokodi pada Senin, 17 November 2025. Dalam kunjungan itu ia juga menyalurkan bantuan bagi mahasiswa dan warga terdampak bekerja sama dengan Dinas Sosial.
“Kita dari PMI bersama Dinas Sosial melihat langsung kondisi di lapangan dan menyalurkan kebutuhan sandang, pangan, serta obat-obatan,” ujarnya.
Kehadiran Hestiwati disambut mahasiswa serta warga yang kehilangan tempat tinggal. Ia menilai kondisi pascakebakaran cukup memprihatinkan, sehingga bantuan harus diberikan secepat mungkin untuk menutup kebutuhan mendesak.
“Setelah Dinas Sosial menyalurkan sembako, PMI melengkapi dengan obat-obatan dan hygiene kit agar kebutuhan dasar benar-benar terpenuhi,” katanya.
Dalam penyaluran itu, PMI membawa 23 paket sandang, 21 paket hygiene kit, 21 paket sembako, hand sanitizer, dan masker. Ia menjelaskan bahwa setiap paket sembako turut disertai obat penurun panas bagi anak, perlengkapan mandi, serta sabun cuci pakaian.
Di akhir kunjungan, Hestiwati menyampaikan pesan penguatan bagi para penyintas yang masih terguncang akibat kehilangan tempat tinggal.
“Tetap kuat, jangan berputus asa. Setiap manusia pasti mendapat cobaan. Teruslah berikhtiar agar Allah memberi yang lebih baik,” pungkasnya.
Selain memberikan bantuan, ia mengajak para ibu, mahasiswa, dan warga sekitar mengikuti sesi trauma healing serta edukasi penggunaan obat yang tepat. Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi atau membangun kembali asrama agar aktivitas mereka segera pulih.
Sumber: Diskominfo








