JAKARTA, KONTEKS SULAWESI — Ina Tobani Rinyo Tiku, maestro seni tradisi asal Lembah Dingin, Desa Mataue, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 kategori Maestro Seni Tradisi. Perempuan berusia 85 tahun itu dinilai konsisten selama 72 tahun menjaga, merawat, dan mewariskan pengetahuan pembuatan busana dari kulit kayu yang nyaris punah.
Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi negara kepada individu dan komunitas yang berdedikasi tinggi dalam pemajuan kebudayaan nasional. Ina Tobani ditetapkan sebagai penerima setelah melalui proses pengusulan, kurasi administrasi, serta penilaian oleh tim ahli yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan.
“Saya sangat terharu melihat langsung proses pembuatan baju dari kulit kayu. Ini bukan sekadar kerajinan, tetapi pengetahuan hidup yang dijaga dengan ketekunan dan kesetiaan,” ujar sastrawan Sunda Godi Suwarna saat menyaksikan karya Ina Tobani.
Godi Suwarna, peraih Hadiah Sastra Rancagé yang dikenal luas di kancah sastra nasional dan internasional, menilai praktik yang dilakukan Ina Tobani merupakan bentuk perlawanan kultural terhadap kepunahan tradisi. Menurut dia, kerja kebudayaan semacam ini jarang mendapat sorotan, namun menjadi fondasi penting keberlanjutan identitas bangsa.
“Apa yang dilakukan Ina Tobani adalah kerja kebudayaan paling sunyi, tetapi justru paling menentukan. Negara memang wajib hadir memberi pengakuan,” kata Godi.
Selain Godi Suwarna, sejumlah maestro dan pegiat budaya dari berbagai daerah turut menyaksikan langsung aktivitas Ina Tobani dalam memperagakan proses pengolahan kulit kayu hingga menjadi busana tradisional. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan posisi Ina Tobani sebagai rujukan penting dalam seni tradisi Nusantara.
Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI. Penghargaan ini mencakup sejumlah kategori, antara lain Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Anak, Media, Masyarakat Adat, dan Sastra. Puncak penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.
Penghargaan kepada Ina Tobani menjadi penegasan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga, melestarikan, mengembangkan, serta memanfaatkan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat sebagai bagian dari strategi pemajuan kebudayaan nasional.
“Selama tradisi masih dipraktikkan dan diwariskan, selama itu pula identitas kita tetap hidup,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









