Disdikbud Parimo Siapkan Sekolah Pilot Project, Anggaran Difokuskan ke Sekolah Unggulan

oleh -468 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menyampaikan kebijakan penyiapan sekolah pilot project dan skema sister school sebagai bagian dari penyesuaian program Disdikbud dengan visi-misi Bupati Parigi Moutong, dalam wawancara bersama media. Foto: Dok. Konteks Sulawesi/Basrul
Keterangan Foto: Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menyampaikan kebijakan penyiapan sekolah pilot project dan skema sister school sebagai bagian dari penyesuaian program Disdikbud dengan visi-misi Bupati Parigi Moutong, dalam wawancara bersama media. Foto: Dok. Konteks Sulawesi/Basrul

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai mengarahkan kebijakan pendidikannya mengikuti visi-misi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase. Penyesuaian itu dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) lima tahun ke depan, dengan menyiapkan sekolah pilot project dan skema sister school sebagai program unggulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan kebijakan tersebut telah dikemas dalam rencana kerja (Renja) Disdikbud dan akan menjadi arah pembangunan pendidikan selama masa kepemimpinan bupati saat ini.

“Untuk tahun ini hingga lima tahun ke depan, sesuai Renstra yang kami miliki, kami menyesuaikan program dengan kepemimpinan bupati. Salah satu inovasinya adalah sekolah pilot project dan sister school,” ujar Sunarti kepada media ini.

Baca Juga:  Bupati Parimo Kukuhkan Paskibraka Jelang HUT RI ke-80

Sunarti menjelaskan, sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project merupakan sekolah dengan akreditasi baik serta capaian nilai rapor yang tinggi. Sekolah-sekolah tersebut akan dijadikan percontohan untuk membina sekolah lain yang kualitasnya masih dinilai rendah.

“Sekolah yang akreditasinya bagus dan nilai raportnya baik akan kami jadikan sekolah pilot project. Sekolah inilah yang akan membina sekolah-sekolah lain melalui skema sister school,” ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan ini juga berdampak langsung pada pengalokasian anggaran. Disdikbud akan memfokuskan dukungan pembiayaan pada sekolah-sekolah pilot project agar benar-benar memenuhi standar ideal sebagai sekolah rujukan.

“Anggaran akan difokuskan ke sekolah-sekolah pilot project. Misalnya SMP Negeri 2 sebagai sekolah percontohan, itu harus perfect, harus bagus. Kekurangan yang ada akan kami support,” kata Sunarti.

Baca Juga:  Basaranas Palu Terjunkan 6 Personel Cari Lansia Hilang di Sigi

Ia menuturkan, dukungan tersebut meliputi pemenuhan sarana dan prasarana yang belum tersedia di sekolah percontohan, termasuk fasilitas laboratorium.

“Kalau sekolah itu belum punya laboratorium, dinas akan mengupayakan agar bisa memiliki lab. Sarana dan prasarana pendukung yang kurang itu yang akan kami dukung,” tuturnya.

Sunarti menegaskan, sekolah pilot project memiliki tanggung jawab utama untuk meningkatkan mutu sekolah binaannya agar setara dengan sekolah percontohan.

“Tugas mereka membimbing sekolah-sekolah di bawahnya yang mutunya masih rendah agar bisa menjadi seperti dia,” katanya.

Ia mencontohkan, jika terdapat 10 sekolah pilot project dan masing-masing membina lima sekolah sister school, maka akan ada 50 sekolah yang kualitasnya meningkat setiap tahun.

Baca Juga:  Pesan Pj Bupati Muchlis Dipenyerahan 626 SK PPPK Buol

“Bagaimana sekolah binaannya itu seperti dia,” ujar Sunarti.

Dalam lima tahun, lanjut dia, skema tersebut berpotensi meningkatkan mutu hingga 250 sekolah. Jika dilanjutkan dalam dua periode RPJMD, jumlahnya bisa mencapai 500 sekolah.

“Berarti lima tahun ke depan ada 250 sekolah yang mutunya bisa dianggap setara sekolah pilot project. Kalau dua kali RPJMD, berarti ada 500 sekolah, sehingga 10 tahun ke depan sekolah-sekolah kita bisa bermutu di atas rata-rata,” pungkasnya.

Laporan: Basrul Idrus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *