Kominfo Bicara Sinergi, Akses Informasi Desa Terpencil Masih Tersendat

oleh -177 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong, Hairudin, saat menyampaikan komitmen sinergi dengan media dalam mendukung penyebaran informasi publik, di tengah keterbatasan akses jaringan komunikasi di sejumlah desa terpencil. Foto: Dok. Konteks Sulawesi
Keterangan Foto: Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong, Hairudin, saat menyampaikan komitmen sinergi dengan media dalam mendukung penyebaran informasi publik, di tengah keterbatasan akses jaringan komunikasi di sejumlah desa terpencil. Foto: Dok. Konteks Sulawesi

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi publik. Namun, di balik klaim sinergi tersebut, persoalan klasik berupa keterbatasan infrastruktur komunikasi, terutama di wilayah terpencil, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Parigi Moutong, Hairudin, menegaskan bahwa Diskominfo menempatkan media sebagai bagian penting dalam mendukung publikasi dan penyampaian program-program pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Dinas Komunikasi dan Informatika ini kan salah satu mitra dengan media, dalam hal ini pemerintah daerah Parigi Moutong. Saya mengajak kita semua untuk sama-sama ikut bekerja membangun daerah,” ujar Hairudin saat ditemui, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga:  Parigi Moutong Serap Aspirasi Zona Utara untuk RPJMD Baru

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers menjadi prasyarat utama agar informasi publik dapat disampaikan secara terbuka, akurat, dan berimbang. Ia menuturkan, Diskominfo terus berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan media lokal.

“Jelas kami dari Kominfo tetap menjalin hubungan dengan teman-teman media untuk menyampaikan informasi dan publikasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong,” katanya.

Namun, Hairudin tak menampik bahwa upaya publikasi dan penyebaran informasi masih dibayangi keterbatasan sarana dan prasarana. Ia mengakui, kapasitas infrastruktur komunikasi di Parigi Moutong belum sepenuhnya memadai, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jaringan.

Baca Juga:  Idul Adha 2024, Panwascam Taopa Kurban Satu Ekor Sapi

“Untuk penambahan alat-alat komunikasi dan publikasi, memang Pemda masih banyak kekurangan, termasuk jaringan, khususnya di daerah-daerah terpencil,” ungkapnya.

Meski demikian, Hairudin menyatakan optimisme bahwa persoalan tersebut akan perlahan teratasi seiring sinkronisasi program pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Diskominfo, kata dia, akan menyesuaikan langkah dengan kebijakan kepala daerah, termasuk agenda prioritas perluasan jaringan.

“Insya Allah ke depan, sesuai dengan program Pak Erwin dan Pak Anwar Hafid, kami akan membantu semua jaringan yang ada di daerah terpencil, khususnya desa-desa yang masih blank spot,” pungkasnya.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Bantu Pembangunan Rumah Adat Suku Toraja di Morut

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *