Malam Takbiran Iduladha di Parimo Meriah, Bupati Lepas Pawai Penuh Syiar dan Kebersamaan

oleh -25 Dilihat
oleh
Bupati Parigi Moutong bersama unsur Forkopimda dan masyarakat melepas peserta Pawai Takbiran Iduladha 1447 Hijriah di Parigi Moutong. Kegiatan berlangsung meriah dengan gema takbir yang mengiringi malam penuh syiar, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah. Foto: Diskominfo
Bupati Parigi Moutong bersama unsur Forkopimda dan masyarakat melepas peserta Pawai Takbiran Iduladha 1447 Hijriah di Parigi Moutong. Kegiatan berlangsung meriah dengan gema takbir yang mengiringi malam penuh syiar, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah. Foto: Diskominfo

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Bupati Parigi Moutong (Parimo) secara resmi melepas peserta Pawai Takbiran malam Iduladha 1447 Hijriah Tahun 2026, Selasa malam, 26 Mei 2026.

Gema takbir mengguncang malam di Parigi Moutong. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti pawai takbiran Iduladha 1447 Hijriah yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan.

Kegiatan yang digelar untuk menyambut dan memeriahkan Hari Raya Iduladha itu berlangsung semarak dengan iringan lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan kota.

Pawai takbiran dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, Ketua PHBI Kabupaten Parigi Moutong, panitia pelaksana, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  TNI Siagakan 60 Personel Tangani Karhutla Parimo

Peserta pawai mengikuti rute yang telah ditentukan panitia bersama pihak kepolisian guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan.

Suasana malam Iduladha terasa begitu hidup. Kendaraan peserta dihiasi ornamen Islami dan lampu warna-warni, sementara gema takbir terus berkumandang mengiringi perjalanan hingga titik akhir di Masjid Darussalam.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mengimbau seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan pawai, terutama bagi kendaraan yang membawa anak-anak agar selalu berada dalam pengawasan orang dewasa.

Pawai berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat yang memadati sepanjang rute untuk menyaksikan kemeriahan malam takbiran.

Baca Juga:  Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas Sulteng Bebas Stunting

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari syiar Islam, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Malam takbiran bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat bahwa kebersamaan dan persaudaraan adalah kekuatan terbesar dalam membangun masyarakat yang harmonis,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *