Diterjang Ombak Bertahun-tahun, Warga Ulatan Sambut Perbaikan Tanggul

oleh -135 Dilihat
oleh
Sejumlah material dan proses pengerjaan tanggul pengaman pantai di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang tengah diperbaiki guna melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi. Foto: Dokumentasi Warga.
Sejumlah material dan proses pengerjaan tanggul pengaman pantai di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang tengah diperbaiki guna melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi. Foto: Dokumentasi Warga.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Perbaikan tanggul pengaman pantai di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), disambut apresiasi warga yang selama ini hidup di bawah ancaman abrasi dan gelombang pasang.

Masyarakat Desa Ulatan memberikan apresiasi kepada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) atas perbaikan tanggul pengaman pantai di Dusun II yang saat ini tengah dikerjakan oleh CV Trini Karya Perdana.

Keberadaan tanggul tersebut dinilai sangat vital, mengingat ratusan warga yang tinggal di sepanjang pesisir hanya berjarak sekitar lima meter dari garis tanggul, sehingga rentan terhadap ancaman abrasi dan gelombang laut.

Baca Juga:  Erwin Burase Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan Tombolotutu

Tokoh pemuda Desa Ulatan, Izhar, menyebut pembangunan ini menjadi harapan besar masyarakat dalam melindungi permukiman dari potensi kerusakan akibat kondisi alam.

“Tanggul ini sangat dibutuhkan masyarakat pesisir. Kami berharap pengerjaannya dilakukan dengan baik dan maksimal agar benar-benar bisa melindungi warga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kualitas pembangunan agar tanggul mampu bertahan dalam jangka panjang serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan tokoh agama setempat, Ustad Muhammad Kifli, yang mengaku merasakan langsung manfaat dari keberadaan tanggul tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelum dilakukan perbaikan, rumahnya kerap dihantam ombak besar, terutama saat akhir tahun, hingga merusak bagian dapur. Namun kini, setelah adanya talud, kondisi tersebut mulai teratasi.

Baca Juga:  Beri Tausyiah Ramadhan, Gubernur Himbau Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah

“Dulu ombak langsung menghantam rumah kami, sekarang hanya percikan saja yang terasa. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan tanggul sebelumnya disebabkan oleh kuatnya hantaman ombak saat pasang tinggi yang rutin terjadi setiap akhir tahun, sehingga perbaikan ini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pesisir.

Perbaikan infrastruktur pengaman pantai ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana pesisir serta meningkatkan ketahanan lingkungan di wilayah tersebut.

“Harapan kami, tanggul ini bukan sekadar proyek, tetapi menjadi pelindung nyata bagi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bulan Ramadhan Jadi Ajang Refleksi Bawaslu Parimo

Laporan: Tommy Noho