Camat Palasa Awasi Ketat Perbaikan Tanggul Abrasi Desa Ulatan

oleh -107 Dilihat
oleh
Camat Palasa Rusmin Suseno meninjau langsung progres perbaikan tanggul pengaman abrasi di Dusun II, Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan penguatan pondasi tanggul berjalan sesuai rencana, sekaligus mengapresiasi pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek yang menjadi benteng perlindungan bagi warga pesisir dari ancaman gelombang laut. Foto: Izhar
Camat Palasa Rusmin Suseno meninjau langsung progres perbaikan tanggul pengaman abrasi di Dusun II, Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan penguatan pondasi tanggul berjalan sesuai rencana, sekaligus mengapresiasi pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek yang menjadi benteng perlindungan bagi warga pesisir dari ancaman gelombang laut. Foto: Izhar

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Camat Palasa, Rusmin Suseno, turun langsung meninjau perbaikan tanggul pengaman pantai di Dusun II, Desa Ulatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Senin (6/4/2026), guna memastikan progres pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berjalan sesuai rencana.

Di wilayah pesisir utara Parimo, abrasi bukan persoalan baru. Setiap musim gelombang pasang, garis pantai terus terkikis, sementara tanggul lama tak lagi mampu menahan tekanan air laut.

“Pekerjaan ini sangat membantu masyarakat di pesisir Pantai Desa Ulatan,” ujar Rusmin saat meninjau lokasi.

Baca Juga:  Kemarau Mengancam Lumbung Padi di Parimo, Antisipasi Irigasi Masih Reaktif

Dari hasil pengamatannya, ia menemukan kelemahan pada konstruksi tanggul sebelumnya, terutama pada bagian pondasi yang dinilai terlalu dangkal sehingga rentan tergerus air laut.

“Posisi air laut lebih rendah dari pondasi, sehingga bisa menggerus bagian bawah. Karena itu perlu ditambah kedalamannya agar lebih kuat,” jelasnya.

Perbaikan yang kini dilakukan difokuskan pada penguatan pondasi serta penyesuaian struktur tanggul agar lebih kokoh dan mampu bertahan menghadapi tekanan gelombang dalam jangka panjang.

Pemerintah kecamatan berharap proyek ini tidak sekadar menjadi solusi sementara, melainkan mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi warga pesisir yang selama ini hidup dalam bayang-bayang abrasi.

Baca Juga:  Faisan, Anleg DPRD Parimo Janji Kawal Keluhan Warga Bantaya Soal Talud

Selain aspek teknis, Rusmin juga mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut. Menurutnya, hal itu memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami mengapresiasi karena pekerjaan ini juga memperkerjakan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek dan pemerintah kecamatan agar setiap pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dengan koordinasi, kita bisa memastikan pekerjaan ini memberi manfaat nyata bagi warga,” tegasnya.

Kini, harapan masyarakat Desa Ulatan tertumpu pada tanggul yang tengah diperkuat, sebuah benteng terakhir yang diharapkan mampu menahan laju laut dan menjaga ruang hidup warga pesisir.

Baca Juga:  Narkotika Mendominasi, Lapas Parigi Kini Penuh Sesak hingga Tiga Kali Lipat

“Bagi kami, tanggul ini bukan sekadar bangunan, tetapi perlindungan jangka panjang bagi kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Laporan: Basrul Idrus