Abrasi Makin Parah, Jalan Trans Sulawesi Sidoan Terancam Putus Total

oleh -30 Dilihat
oleh
Kondisi badan Jalan Trans Sulawesi di Desa Sidoan Timur, Kecamatan Sidoan, tergerus abrasi hingga amblas dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Foto: Tommy Noho
Kondisi badan Jalan Trans Sulawesi di Desa Sidoan Timur, Kecamatan Sidoan, tergerus abrasi hingga amblas dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi PDI Perjuangan, Arpan Sahar, menyoroti abrasi pantai yang mengikis bahu Jalan Trans Sulawesi di Desa Sidoan Timur, Kecamatan Sidoan.

Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah badan jalan mulai berlubang dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Abrasi bahkan telah mencapai bibir aspal, sehingga badan jalan berpotensi terputus jika tidak segera mendapat penanganan.

Arpan meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah, segera mengambil langkah penanganan di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Tujuh Tahanan Polres Parigi Moutong Kabur

Menurutnya, ruas jalan itu merupakan jalan nasional yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu, kondisi kerusakan akibat abrasi perlu mendapat perhatian dan penanganan secepatnya.

Arpan turun langsung meninjau lokasi pada Kamis, 24 September 2026. Ia menyebut kondisi jalan yang semakin terkikis dapat membahayakan pengendara, terutama saat kendaraan berpapasan di titik yang badan jalannya telah menyempit.

“Kalau tidak segera ditangani, ruas jalan ini bisa putus total dan membahayakan pengguna jalan,” kata Arpan.

Ia berharap BPJN segera melakukan langkah teknis untuk mengamankan badan jalan dari ancaman abrasi sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas.

Baca Juga:  Penyelesaian Sengketa Pilkada Parigi Moutong Belum Temui Kesepakatan

“Ini jalan nasional, sehingga penanganannya harus segera dilakukan sebelum kondisinya semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Iskandar Miu