Karhutla Parimo Hanguskan 52,5 Hektare Lahan Pertanian BPBD Akui Data Masih Sementara

oleh -106 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Petugas gabungan BPBD Parigi Moutong bersama unsur TNI melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perkebunan warga, Kecamatan Parigi Utara. Karhutla dilaporkan telah menghanguskan puluhan hektare lahan pertanian dan masih dalam proses pendataan dampak. Foto: Dok. BPBD Parimo
Keterangan Foto: Petugas gabungan BPBD Parigi Moutong bersama unsur TNI melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perkebunan warga, Kecamatan Parigi Utara. Karhutla dilaporkan telah menghanguskan puluhan hektare lahan pertanian dan masih dalam proses pendataan dampak. Foto: Dok. BPBD Parimo

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) meninggalkan dampak serius pada sektor pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat, hingga awal Februari 2026, luas lahan pertanian yang terdampak karhutla mencapai sekitar ±52,5 hektare. Data tersebut dihimpun melalui Posko Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan dan masih bersifat sementara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, melalui keterangan resminya mengatakan pendataan tersebut merupakan hasil identifikasi awal di lapangan yang dilakukan sejak Januari 2026.

“Angka ini berdasarkan hasil pendataan sementara yang kami himpun melalui Posko Terpadu Karhutla dan Kekeringan. Proses verifikasi masih terus berjalan,” ujarnya, Ahad, 8 Januari 2026.

Baca Juga:  KPU Parimo: Kecelakaan Kerja Jadi Prioritas Pembayaran Santunan Badan Adhoc

Berdasarkan data Tim Penanganan Hutan dan Perkebunan (TPHP) yang dirilis Posko Terpadu, sebaran lahan pertanian terdampak karhutla berada di Desa Avolua dan Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Di Desa Avolua, termasuk wilayah Avolua dan Taripa, total luas lahan terdampak yang telah terdata mencapai sekitar 29,5 hektare.

“Sebagian besar merupakan lahan perkebunan rakyat yang terbakar saat kejadian karhutla,” kata Rivai.

Sementara itu, di Desa Toboli yang mencakup wilayah Uenggambi dan Tompo, luas lahan pertanian terdampak karhutla tercatat sekitar 23 hektare. Rivai menyebutkan, kebakaran di wilayah tersebut turut mengganggu aktivitas pertanian warga karena sebagian lahan yang terbakar merupakan lahan produktif.

Baca Juga:  Zulfinasran Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni SMPN 2 Tinombo

Adapun komoditas pertanian yang terdampak meliputi tanaman perkebunan dan hortikultura.

“Komoditas yang terdampak antara lain kakao, kelapa, durian, alpukat, cengkeh, mangga, pala, mente, cabai, serta sebagian tanaman kehutanan,” ungkapnya.

Selain itu, masih terdapat lahan dengan kondisi tanaman muda serta sejumlah bidang lahan yang luas dan jenis komoditasnya belum teridentifikasi secara rinci.

Rivai menegaskan, data luas lahan dan jenis komoditas terdampak tersebut belum bersifat final. Hal ini disebabkan masih adanya lokasi yang belum memiliki keterangan pasti akibat keterbatasan akses dan perlunya pengecekan ulang di lapangan.

Baca Juga:  Basarnas Edukasi Masyarakat Kota Palu untuk Mandiri Hadapi Kondisi Darurat

“Kami masih melakukan pendataan lanjutan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait agar data yang disusun benar-benar akurat,” tuturnya.

Hasil pendataan sementara ini akan menjadi dasar awal penyusunan laporan dampak karhutla di sektor pertanian, sekaligus bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merancang langkah pemulihan dan pengusulan bantuan bagi petani terdampak.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *