Plafon Lapuk Sejak 2004, SD Kecil Polobuu Menunggu Perhatian Pemda Parimo

oleh -126 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Warga dan pihak sekolah memperbaiki sementara plafon ruang kelas SD Kecil Polobuu, Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, yang rusak dan lapuk dimakan usia. Kondisi bangunan sekolah yang belum pernah direhabilitasi sejak berdiri pada 2004 itu memaksa sekolah melakukan penanganan darurat demi menjaga keselamatan siswa saat proses belajar mengajar. Foto: Iskandar Miu
Keterangan Foto: Warga dan pihak sekolah memperbaiki sementara plafon ruang kelas SD Kecil Polobuu, Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, yang rusak dan lapuk dimakan usia. Kondisi bangunan sekolah yang belum pernah direhabilitasi sejak berdiri pada 2004 itu memaksa sekolah melakukan penanganan darurat demi menjaga keselamatan siswa saat proses belajar mengajar. Foto: Iskandar Miu

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Kecil Polobuu, Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kian mengkhawatirkan. Sejumlah plafon ruang kelas dilaporkan rusak parah, kropos, dan berjatuhan, sementara sekolah tersebut belum pernah menerima dana khusus rehabilitasi sejak berdiri pada 2004.

Kepala SD Kecil Polobuu, Alfrets Mistal, mengatakan kerusakan paling mendesak terdapat pada bagian plafon ruang kelas yang telah lapuk dimakan usia. Selain itu, sekolah juga membutuhkan pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), laboratorium, toilet, serta rehabilitasi beberapa ruang kelas lainnya.

“Kondisi plafon beberapa ruang kelas sudah banyak yang berjatuhan, kropos, dan lapuk. Ini sudah sangat membahayakan proses belajar mengajar,” ujar Alfrets kepada Konteks Sulawesi.

Baca Juga:  Tim SAR Temukan Jasad Warga Diterkam Buaya di Morowali Utara

Menurut dia, sejak sekolah itu berdiri pada 2004 hingga 2025, belum pernah ada kucuran dana khusus dari pemerintah untuk rehabilitasi maupun pembangunan gedung sekolah. Padahal, aktivitas belajar mengajar terus berlangsung dengan kondisi sarana prasarana yang terbatas.

“Kami berharap pada tahun 2026 pemerintah dapat menggelontorkan dana khusus untuk rehabilitasi plafon dan pembangunan fasilitas pendukung sekolah,” katanya.

SD Kecil Polobuu merupakan sekolah negeri yang terletak di jalur Trans Sulawesi. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 750 meter persegi dan melayani pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah Desa Sipayo dan sekitarnya. Meski belum terakreditasi, sekolah tersebut tetap menjalankan kegiatan pembelajaran secara rutin enam hari dalam sepekan dengan sistem belajar pagi.

Baca Juga:  Bupati Parimo Bawa 5 Ton Beras Untuk Warga Terdampak

Alfrets menuturkan, fasilitas yang tersedia saat ini masih sangat terbatas. Sekolah hanya mengandalkan akses listrik dari PLN dan koneksi internet seadanya untuk menunjang proses pembelajaran.

“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi siswa,” tuturnya.

Ia menilai, kondisi ini mencerminkan belum meratanya perhatian pemerintah daerah terhadap sekolah-sekolah kecil di wilayah pinggiran, meskipun memiliki peran strategis dalam pemerataan akses pendidikan dasar.

“Sekolah ini menjadi harapan masyarakat Desa Sipayo untuk mencetak generasi muda yang cerdas dan berakhlak. Tapi tanpa dukungan infrastruktur yang layak, itu tentu sulit diwujudkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  KPAI Minta Tak Ada Porno dan Kekerasan di Daftar Sastra Masuk Kurikulum

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda rehabilitasi bangunan yang dinilai mendesak, demi menjamin keselamatan siswa dan keberlangsungan proses belajar mengajar. Pungkasnya, tanpa intervensi kebijakan yang konkret, SD Kecil Polobuu berisiko terus menjalankan pendidikan di bawah bayang-bayang gedung sekolah yang tak lagi layak.

Laporan: Iskandar Miu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *