Jembatan Berdiri di Jalan Buntu Toriapes, DPRD Parimo Bakal Panggil OPD

oleh -100 Dilihat
oleh
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyoroti pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah di Dusun Toriapes, Kecamatan Kasimbar, yang berujung jalan buntu. DPRD bakal memanggil sejumlah OPD terkait untuk mempertanyakan asas manfaat pembangunan tersebut. Foto: Tommy Noho
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyoroti pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah di Dusun Toriapes, Kecamatan Kasimbar, yang berujung jalan buntu. DPRD bakal memanggil sejumlah OPD terkait untuk mempertanyakan asas manfaat pembangunan tersebut. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Pembangunan jembatan yang berujung jalan buntu di Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), mulai menjadi sorotan DPRD. Dewan berencana memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menelusuri manfaat pembangunan infrastruktur yang disebut menelan anggaran besar tersebut.

Wakil Ketua I DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, mengatakan pemanggilan itu dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai asas manfaat pembangunan jembatan yang hingga kini belum terhubung dengan akses jalan lanjutan.

Menurut Sayutin, persoalan tersebut perlu dibahas bersama instansi teknis dan pemerintah setempat agar DPRD memperoleh gambaran utuh mengenai perencanaan, pelaksanaan, serta kendala yang menyebabkan akses jalan di sekitar jembatan belum tersambung.

Baca Juga:  Peran Pedagang Promosikan Kekayaan Kuliner Sulteng Patut Diapresiasi

“Pimpinan DPRD akan memerintahkan Komisi III untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bapelitbangda, Dinas PUPRP, Camat Kasimbar, dan Kepala Desa Kasimbar terkait persoalan jalan tersebut,” kata Sayutin kepada media ini, Jumat (9/10/2026).

RDP tersebut diharapkan dapat menjelaskan alasan pembangunan jembatan belum diikuti penyelesaian akses jalan yang memadai. DPRD juga akan meminta keterangan dari pihak terkait mengenai langkah yang diperlukan agar infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunannya.

Persoalan ini menjadi perhatian karena jembatan yang semestinya mendukung konektivitas warga justru belum berfungsi optimal. Tanpa akses jalan yang tersambung, manfaat pembangunan bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan berpotensi tidak maksimal.

Baca Juga:  Muswil APRI Sulteng, Menakar Pemimpin Baru Penjaga Marwah Penghulu

Melalui RDP tersebut, DPRD ingin memperoleh kejelasan sekaligus mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan instansi teknis agar persoalan akses jalan di Dusun Toriapes tidak berlarut-larut.

DPRD berharap pembahasan bersama OPD terkait dapat menghasilkan solusi yang jelas, baik mengenai kelanjutan pembangunan jalan maupun pemanfaatan jembatan bagi masyarakat. “Kami ingin persoalan ini mendapat penjelasan yang terang dan ada langkah penyelesaian agar pembangunan yang sudah dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho