PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti ke-VI di Lapangan Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (16/10/2026). Kegiatan selama tiga hari ini menjadi wadah pembinaan karakter, keterampilan kepramukaan, serta pengenalan dan pelestarian seni budaya bagi generasi muda.
Upacara pembukaan dipimpin Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Bupati Parigi Moutong. Bupati berhalangan hadir pada pembukaan karena menjalankan tugas kedinasan di wilayah Poso.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tinombo, Kapolsek Tinombo, Danramil Tinombo, Kepala Desa Bainaa selaku tuan rumah, para pembina Pramuka, guru pendamping, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta perkemahan dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Tinombo dan sekitarnya.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera Saka Widya Budaya Bakti, pembacaan Pancasila dan Dasa Darma Pramuka, penyematan tanda peserta secara simbolis, serta penyampaian amanat pembina upacara.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Tari Kreasi oleh siswi SD Negeri Bainaa dan Parade Tongkat yang dibawakan siswa SMA Islam Terpadu Walimanis. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni budaya sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik.
Perkemahan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 ini diisi berbagai kegiatan untuk mengasah kemampuan, kedisiplinan, kerja sama, dan kreativitas peserta. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain lomba keterampilan kepramukaan, lomba seni, serta lomba karaoke yang diharapkan menambah semarak kegiatan.
Pada hari terakhir, Minggu (18/10/2026), panitia menjadwalkan upacara penutupan sekaligus pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Berdasarkan keterangan panitia, Bupati Parigi Moutong direncanakan hadir langsung dalam kegiatan penutupan tersebut.
Pemerintah Desa Bainaa bersama panitia berharap Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti ke-VI tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berkompetisi, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, memiliki kepedulian terhadap budaya lokal, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berbudaya, dan memiliki karakter yang kuat,” pungkasnya.Laporan: Iskandar Miu









