PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menegaskan pentingnya akurasi data siswa sebelum pelaksanaan Program Cerdas yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Erwin-Sahid, khususnya dalam hal distribusi seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP.
Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Sutoyo, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus bukti realisasi janji politik kepala daerah dalam 100 hari kerja.
“Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan, kami menyambut baik Program Cerdas gagasan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong. Ini langkah konkret yang terasa langsung oleh masyarakat,” ujar Sutoyo dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Selasa (17/6/2025).
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya ketidaksesuaian data, terutama terkait siswa yang belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), khususnya anak usia sekolah yang langsung masuk SD tanpa melalui jenjang TK. Menurut Sutoyo, hal tersebut dapat menghambat pemerataan pembagian seragam.
“Hal ini perlu jadi perhatian Dinas agar pendataan bisa dilakukan ulang, sehingga distribusi seragam gratis benar-benar merata dan adil,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima seragam gratis mencapai 15.440 siswa, terdiri atas 8.089 siswa usia enam tahun dari TK ke SD, dan 7.351 siswa usia 12 tahun dari SD ke SMP.
Sutoyo juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Disdikbud Parigi Moutong, yang telah membantu meringankan beban orang tua siswa. Ia menilai program ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam memprioritaskan sektor pendidikan.
Lebih jauh, ia mendorong agar ke depannya Program Cerdas tidak hanya mencakup seragam gratis, tetapi juga tas, buku tulis, dan sepatu, agar siswa mendapatkan dukungan menyeluruh dalam memulai tahun ajaran baru.
“Ke depan, kami ingin melihat Program Cerdas ini berkembang lebih luas, bukan hanya seragam, tapi juga perlengkapan sekolah lainnya,” pungkasnya.
Laporan : Tommy Noho











