Bupati Parigi Moutong Harapkan MTQ Jadi Jalan Membangun dari Desa

oleh -1140 Dilihat
oleh
Bupati Erwin Burase bersama Forkopimcam dan tokoh masyarakat menghadiri pembukaan MTQ ke-17 di Lapangan Desa Donggulu Selatan, Selasa (22/7/2025). Foto: Prokofim Setda Parigi Moutong

PARIMO, KONTEKS SULAWESI – MTQ ke-17 Kecamatan Kasimbar menjadi panggung kolaborasi antara syiar keislaman dan pelestarian budaya lokal. Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, S.Kom, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata pembangunan dari desa yang bersumber pada kekuatan spiritual dan kultural masyarakat.

“MTQ ini memperlihatkan wajah Islam yang damai dan inklusif, serta memperkuat identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Erwin dalam sambutannya saat membuka acara di Lapangan Sepak Bola Desa Donggulu Selatan, Selasa (22/7/2025).

MTQ ke-17 yang diikuti oleh 18 desa ini bukan sekadar ajang mencari qori dan qoriah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wahana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus menampilkan potensi kuliner dan kreativitas desa dalam 18 stand budaya yang ramai dikunjungi.

Baca Juga:  AMSI Sulteng Gelar Diskusi Dampak dan Ancaman Penambangan Ilegal

Pemukulan beduk oleh Bupati Erwin menandai dibukanya acara, disaksikan ribuan warga yang memadati lapangan. Tampak pula Camat Kasimbar, Forkopimcam, serta tokoh masyarakat turut menyemarakkan perhelatan yang berlangsung meriah namun khidmat ini.

Selain menjadi ajang spiritual, MTQ juga menghadirkan nuansa gotong royong yang kuat. Tiap desa menampilkan sajian kuliner khas yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi media penyuluhan budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati kembali menekankan pentingnya strategi “Membangun dari Desa” sebagai pendekatan utama dalam mempercepat pembangunan yang adil dan merata di seluruh wilayah Parigi Moutong.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Selat Makassar Summit 2024

“Kita dorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal. Dalam 100 hari kerja, fokus kami adalah menyentuh langsung pelayanan publik di akar rumput,” tegas Erwin.

Meski fiskal daerah terbatas, pemerintah terus bergerak aktif melalui efisiensi anggaran dan pendekatan lintas sektor, termasuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi. Bupati mengaku rutin melakukan koordinasi di tingkat nasional, bahkan hingga ke Badan Anggaran DPR RI, demi membuka akses pembangunan bagi daerah.

Ia juga menepis anggapan publik soal ketidakhadirannya di tengah masyarakat. Menurutnya, intensitas koordinasi di pusat adalah bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Parigi Moutong secara struktural dan strategis.

Baca Juga:  Mahasiswa Soroti Tenggat UKT Untad Tanpa Perpanjangan: "Cuti Massal Bisa Terjadi"

Dengan posisi geografis yang strategis, Parigi Moutong disebut Bupati memiliki daya tawar tinggi di sektor pariwisata halal, pertanian organik, dan ekonomi maritim. Potensi itu tengah diolah menjadi kekuatan lobi pembangunan nasional yang konkret.

“Kami tidak hanya menunggu. Kami menawarkan potensi, membangun konsep, dan bergerak aktif agar Parigi Moutong tidak tertinggal,” tutupnya.

Sumber : Prokofim Setda Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *