Polres Parimo dan Bulog Gelar Pangan Murah Antisipasi Lonjakan Harga Beras

oleh -1071 Dilihat
oleh
Anggota Bhayangkari Polres Parigi Moutong membagikan beras murah kepada warga dalam kegiatan pasar pangan murah bekerja sama dengan Perum Bulog, Senin (11/8/2025), di halaman Polres Parimo. Foto: BS

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo) bekerja sama dengan Perum Bulog menggelar kegiatan pangan murah untuk mengantisipasi lonjakan harga beras di pasaran. Program ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Tahap awal, sebanyak dua ton beras dijual pada Senin (11/8/2025) di halaman Polres Parimo. “Alhamdulillah penjualan pertama ini habis, kami tambahkan lagi 50 paket lagi,” terang Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha.

Penjualan tahap kedua akan digelar Rabu, 13 Agustus 2025, sebanyak 10 ton beras yang akan menyasar beberapa kecamatan, dengan titik distribusi di Polsek Parigi dan Polsek Kasimbar. “Kalau masih dianggap kurang, maka akan kami tambahkan lagi, rencananya di hari tujuh belasan,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Segera Gelar RDP Soal Surat Pungutan PETI Oleh Kades Sipayo

Kapolres mengapresiasi jajaran Polres serta dukungan Bhayangkari yang aktif membantu sosialisasi harga beras murah. “Alhamdulillah animo masyarakat tinggi. Hari Minggu kami infokan, ternyata tidak sampai satu jam berasnya sudah habis. Itu pun kami batasi satu kepala keluarga hanya bisa ambil 10 kg,” katanya.

Hendrawan menjelaskan stok beras yang ada di Bulog saat ini sebanyak 15 ton, dengan rincian 2 ton untuk tahap pertama, 10 ton untuk tahap kedua, dan sisanya akan disesuaikan pada tahap ketiga. “Harga yang kami berikan jauh lebih murah dari pasaran sehingga tepat memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  APBN Tekor Rp309 Triliun Pada Oktober 2024

Per kilogram beras dijual sekitar Rp12 ribu atau Rp60 ribu per 5 kilogram, lebih murah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. “Untuk saat ini kita masih fokus pada beras,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho