PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Ratusan warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) antusias mengikuti kerja bakti massal membersihkan sampah di pesisir pantai, Jumat (29/8/2025). Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program 100 hari kerja Bupati Parimo, Erwin Sahid, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan penanganan sampah laut.
Lurah Bantaya, Khairil, mengatakan kegiatan bersih pantai ini bukan sekadar memenuhi program 100 hari kerja bupati, tetapi juga sudah menjadi agenda rutin masyarakat melalui kegiatan Jumat Bersih.
“Kerja bakti ini wujud kepedulian warga pesisir terhadap kebersihan pantai, sekaligus dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Khairil, sampah yang menumpuk di pesisir Bantaya bukan hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga kiriman dari hulu sungai yang terbawa arus saat musim hujan.
“Kami berharap ada normalisasi sungai, terutama di jalur Pasar Lama hingga ke muara, agar sampah tidak lagi menumpuk di pesisir,” tambahnya.
Ia menegaskan, pengangkutan sampah di Kelurahan Bantaya tidak bisa hanya dilakukan seminggu sekali. Dengan jumlah penduduk yang padat, volume sampah baik organik yang cepat membusuk maupun anorganik yang sulit terurai terus menumpuk setiap harinya.
Sampah organik bahkan dinilai paling bermasalah, karena mudah menimbulkan bau dan menyulitkan warga dalam penanganannya. Khairil mengungkapkan, masyarakat sering kali menunggu jadwal pengangkutan sampah daripada membuang sembarangan, namun keterbatasan armada membuat sampah kerap menumpuk lebih lama.
Karena itu, ia berharap Kelurahan Bantaya mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah.
“Bantaya harus jadi prioritas penanganan sampah, karena merupakan kelurahan dengan penduduk paling padat,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho









