Truk Antri Solar di SPBU Kampal Bikin Jalan Macet

oleh -1109 Dilihat
oleh
Kemacetan panjang di Jalan Trans Sulawesi, Parigi Moutong, akibat antrean truk solar di SPBU Kampal yang memicu keluhan pengguna jalan dan warga sekitar, Jum’at malam (5/9/2025). Foto: Tommy Noho.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Antrian panjang kendaraan truk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampal, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kembali menjadi sorotan warga. Jalur Trans Sulawesi yang sempit makin terganggu karena dipenuhi kendaraan besar yang menunggu giliran mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Nadjmudin, salah seorang warga Parigi, menyebutkan bahwa kondisi ini membuat banyak pengguna jalan maupun warga sekitar merasa dirugikan.

“Yang mengeluh itu bukan hanya pengendara dari jalur trans, tetapi warga yang tinggal di BTN belakang pertamina itu juga merasa terganggu,” ungkapnya.

Baca Juga:  DPRD Parigi Moutong Gelar RDP Usai Masyarakat Keluhkan Pelayanan BPN

Ia juga menyoroti antrean truk yang kerap berlangsung hingga larut malam. Nadjmudin mempertanyakan apakah pasokan solar memang terbatas, atau ada praktik lain yang menyebabkan suplai BBM tersendat.

“Kalau kurang solar, boleh diminta penambahan kuota dari Pemda Parigi Moutong, biar tidak ada yang merasa dipersulit. Atau ada oknum yang bermain di dalamnya,” tegasnya.

Selain itu, ia mengamati banyaknya antrean jerigen yang memperparah situasi di SPBU tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor utama terjadinya kemacetan panjang.

Menanggapi hal serupa, Ketua Front Pemuda Kaili (FPK) Arifin Lamalindu menilai sistem pelayanan SPBU Kampal memang perlu diperbaiki. Menurutnya, truk ekspedisi yang mengisi solar di lokasi tersebut merugi waktu karena mereka biasanya harus melakukan perjalanan keluar daerah.

Baca Juga:  GAS Sehat Bersama Diluncurkan, Cek Kesehatan Gratis Jangkau 283 Wilayah

“Saya hanya mengingatkan, jangan sampai di balik antrian tersebut ada oknum yang bermain untuk disuplai ke tambang ilegal yang ada di Parigi Moutong,” pungkasnya.

Laporan: Icha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *