Banjir Meluas di Parimo, Pemerintah Akui Anggaran Sangat Terbatas

oleh -407 Dilihat
oleh
Banjir Meluas di Parimo, Pemerintah Akui Anggaran Sangat Terbatas PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat merespons bencana banjir yang merusak lahan pertanian serta infrastruktur vital di sejumlah wilayah. Wakil Bupati Parimo, Abdul Sahid, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terus mengancam daerah tersebut.
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan banjir dan kerusakan infrastruktur di Parigi, Senin (15/9/2025). Foto: Rizky

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat merespons bencana banjir yang merusak lahan pertanian serta infrastruktur vital di sejumlah wilayah. Wakil Bupati Parimo, Abdul Sahid, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terus mengancam daerah tersebut.

“Terkait kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur, Pemerintah Daerah telah mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi bersama DPRD dan aparat terkait,” ujar Sahid kepada wartawan di Parigi, Senin (15/9/2025).

Beberapa hari terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Parimo dan menyebabkan banjir di sejumlah desa. Dampaknya, jembatan penghubung Desa Binangga dan Matolele di Kecamatan Parigi Tengah ambruk sehingga mengganggu mobilitas warga.

“Setelah pertemuan di kantor bupati selesai, saya bersama anggota DPRD akan berkunjung ke Desa Matolele untuk melihat kondisi jembatan yang ambruk. Kami akan berusaha mencari solusi, meskipun kita semua paham bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama,” jelasnya.

Baca Juga:  14 Hari Operasi Zebra Tinombala, Dirlantas Polda Sulteng Minimalisir Angka Kecelakaan dan Pelanggaran

Sahid menegaskan, perbaikan jalur Binangga–Matolele menjadi prioritas karena merupakan akses vital distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga. Ia khawatir, keterlambatan pemulihan infrastruktur akan mengganggu roda perekonomian masyarakat.

“Jika akses ini terputus terlalu lama, dampaknya bisa mengganggu roda perekonomian warga,” tegasnya.

Pemkab Parimo sebelumnya juga membangun jembatan darurat di Kecamatan Balinggi usai wilayah itu diterjang banjir. Sahid mengatakan, pembangunan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Daerah dalam merespons bencana, meski di tengah keterbatasan anggaran,” tuturnya.

Sahid menambahkan, pihaknya berupaya mengerahkan alat berat untuk mendukung percepatan penanganan, namun akses ke lokasi masih terkendala teknis. Ia juga menyebut, jalan di Matolele masuk dalam program prioritas yang berpotensi mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi.

Baca Juga:  Pantau Kondisi Masyarakat Adat Suku Lauje, Nizar Rahmatu : Akses Jalan Bertaruh Nyawa

“Keinginan kami sederhana, akses jalan menuju kantong produksi harus segera dibenahi. Hal ini demi mengejar pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jangan sampai bencana membuat aktivitas warga lumpuh berkepanjangan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Parimo, Moh. Rivai, melaporkan banjir juga merendam Desa Bambasiang, Pelawa Baru, Petapa, Sausu Piore, Sipotan, hingga Bugis Utara. Meski banjir cukup luas, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

“Banjir kali ini cukup luas, tetapi alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa, kerusakan rumah, maupun warga yang mengungsi. Meski begitu, arus deras membawa material kayu dan lumpur yang sempat menutup akses jalan,” jelas Rivai.

TRC BPBD bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas, serta warga telah melakukan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, hingga pembersihan material yang menutup jalur. Saat ini, akses jalan Binangga–Matolele sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, meskipun normalisasi sungai masih menjadi kebutuhan mendesak.

Baca Juga:  MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Digelar 20 Juli 2024

“Situasi terkini, akses jalan desa Binangga-Matolele sudah kembali bisa dilalui masyarakat, meskipun baru kendaraan roda dua. Meski begitu, normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak. Tujuannya agar banjir tidak kembali terjadi,” ungkapnya.

Rivai juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal dekat bantaran sungai, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

“Cuaca di wilayah Parigi Moutong masih berpotensi hujan sedang hingga lebat. Kami imbau masyarakat jangan lengah dan segera melapor ke Call Center 117, WhatsApp 08114180117, atau melalui aplikasi SIBIMO bila menghadapi keadaan darurat,” pungkas Rivai.

Laporan: Rizky