PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi Golkar, Adiyana, akhirnya angkat bicara soal video viral yang menampilkan dirinya memegang botol minuman di atas panggung bersama seorang biduan. Ia menegaskan bahwa tudingan dirinya terlibat sikap amoral tidak benar.
Menurut Adiyana, botol yang tampak dalam video tersebut bukanlah minuman keras. Ia menyebut isinya hanyalah es teh yang sengaja ia bawa dari belakang rumah pesta pernikahan agar tidak tumpah ketika berada di atas panggung.
“Kalau itu minuman keras pasti berbusa. Sementara yang saya pegang itu jernih. Botol itu isinya es teh yang saya ambil dari belakang rumah, kalaupun Cap Tikus pasti bening,” jelas Adiyana.
Ia juga meluruskan, kehadirannya di atas panggung memberikan sambutan pada pesta pernikahan saudaranya. Karena acara bersifat adat, dirinya mengenakan pakaian adat Bali sebagai bentuk penghormatan.
“Saya naik panggung untuk sambutan, bukan untuk hal-hal yang dianggap negatif. Kebetulan karena hajatan keluarga, saya pakai baju adat Bali,” katanya.
Adiyana menambahkan, kehadiran biduan dalam pesta pernikahan tersebut murni hiburan bagi masyarakat desa. Ia menyebut gaya joget yang dipertontonkan murni inisiatif sang biduan untuk menarik perhatian di media sosial.
“Namanya di kampung, orang haus hiburan makanya biduan itu yang diundang. Goyangan itu bukan permintaan saya, tapi memang sengaja dibuat oleh biduan begitu karena kejar FYP di Facebook,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho











