Lama Terisolasi, 16,8 Miliar Anggaran Jalan Menuju Sija dan Oloan Desa Sidoan Barat

oleh -702 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Warga Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Parigi Moutong, menandu warga sakit menembus jalan berlumpur menuju fasilitas kesehatan. Di sebelah kanan, Kepala Desa Sidoan Barat, Sarman, yang terus memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju dua dusun terpencil, Sija dan Oloan. (Foto: Istimewa/Konteks Sulawesi)
Keterangan Foto: Warga Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Parigi Moutong, menandu warga sakit menembus jalan berlumpur menuju fasilitas kesehatan. Di sebelah kanan, Kepala Desa Sidoan Barat, Sarman, yang terus memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju dua dusun terpencil, Sija dan Oloan. (Foto: Istimewa/Konteks Sulawesi)

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Warga di Dusun Sija dan Oloan, Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terpaksa menandu warga yang sakit menuju fasilitas kesehatan. Akses jalan yang rusak parah membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas hingga ke dua dusun terpencil tersebut.

Kepala Desa Sidoan Barat, Sarman, mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah menindaklanjuti keluhan warga dengan bertemu langsung Bupati Parimo, Erwin Burase. Namun, pertemuan itu belum membuahkan hasil pasti lantaran keterbatasan anggaran daerah.

“Bupati menyampaikan anggaran Pemda Parimo tidak mencukupi untuk membangun jalan menuju dua dusun itu,” ujar Sarman kepada Konteks Sulawesi pada Kamis (6/11/2025).

Baca Juga:  Sekdaprov Sulteng Minta TPID Fokus Perhatikan Komoditas Penyumbang Inflasi

Meski begitu, kata Sarman, Bupati Parimo telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan persoalan ini mulai mendapat perhatian serius di tingkat provinsi.

“Gubernur sudah mengakomodir persoalan ini dan akan menindaklanjutinya,” kata Sarman.

Menurutnya, estimasi anggaran pembangunan jalan menuju dua dusun tersebut mencapai Rp16,8 miliar dengan panjang sekitar 4,5 kilometer hingga tahap pengaspalan. Masyarakat di wilayah itu sebagian besar berprofesi sebagai petani, sehingga kondisi jalan yang buruk sangat menyulitkan mereka mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

“Kalau hasil bumi berlebih, biasanya diangkut dengan ojek. Tapi bagi warga yang tak mampu, hasil panen dipikul ke Pasar Minggu Sidoan,” tuturnya.

Baca Juga:  Parimo Tegaskan Loyalitas Astacita, Erwin Burase Paparkan Capaian, Tantangan, dan Arah Baru

Kondisi serupa juga dialami saat warga harus mendapatkan pertolongan medis. Sarman menyebut, dua warga yang sakit hari ini masih bisa dibawa dengan motor, namun jika kondisi sudah parah, terpaksa ditandu melewati jalur licin dan menanjak.

Desa Sidoan Barat memiliki delapan dusun, dengan Dusun Sija (Dusun 7) dan Oloan (Dusun 8) sebagai wilayah paling terpencil di bagian atas. Akses kendaraan roda empat hanya mampu mencapai titik sejauh 4,5 kilometer dari pusat desa.

Jumlah penduduk di Dusun Sija tercatat lebih dari 200 kepala keluarga, sedangkan Dusun Oloan dihuni sekitar 150 kepala keluarga.

Baca Juga:  Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rp1,6 M Tanggul Cikasda Mulai Runtuh dan Menganga

“Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan ini agar warga tidak lagi menanggung penderitaan setiap kali ada yang sakit,” pungkas Sarman.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *