Wamenkop–Wabup Searah, Parimo Siap Pimpin Ekspor Durian

oleh -326 Dilihat
oleh
Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah dan Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid didampingi Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah meninjau aneka varietas durian lokal dalam agenda kunjungan kerja di Parigi Moutong, memperlihatkan kualitas buah yang dipersiapkan untuk pengembangan pasar dan penguatan sektor durian daerah. Foto: Mabin
Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah dan Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid didampingi Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah meninjau aneka varietas durian lokal dalam agenda kunjungan kerja di Parigi Moutong, memperlihatkan kualitas buah yang dipersiapkan untuk pengembangan pasar dan penguatan sektor durian daerah. Foto: Mabin

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Dorongan pusat bertemu keberanian daerah. Kunjungan Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah ke Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, 20 November 2025, berubah menjadi panggung lahirnya strategi besar mempercepat lompatan industri durian nasional. Dari kampanye “Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian” hingga penegasan komitmen “1 Desa 2 Hektar”, Parimo bergerak cepat memantapkan diri sebagai pemain utama durian Indonesia.

Kunjungan Wamen Farida dalam peresmian Pasar Tematik menjadi momentum untuk mendorong partisipasi publik dalam membangun ekosistem durian dari level rumah tangga. Menurutnya, Parimo memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat durian berbasis masyarakat yang tumbuh terstruktur dari hulu ke hilir.

“Kalau setiap rumah di Parimo menanam satu pohon durian, maka lima sampai enam tahun ke depan daerah ini bisa menjadi salah satu lumbung durian terbesar di Indonesia,” ujar Wamen Farida.

Baca Juga:  Nelayan Hilang di Perairan Desa Podi Ditemukan Meninggal

Ia menegaskan bahwa potensi tersebut sudah terlihat dan tinggal digerakkan secara serentak demi memperkuat posisi Parimo sebagai calon motor ekspor durian nasional.

“Keterlibatan langsung masyarakat adalah kunci menuju sentra durian terkemuka,” katanya.

Merespons ajakan pusat, Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid menyampaikan bahwa daerah telah menyiapkan landasan hukum untuk mendongkrak produksi. Komitmen “1 Desa 2 Hektar Durian” telah tertuang dalam Perbup Nomor 5 Tahun 2023.

“Setiap desa diarahkan menyediakan minimal dua hektar lahan untuk pengembangan durian. Regulasi ini menjadi fondasi program berkelanjutan,” ujar Wabup Abdul Sahid.

Baca Juga:  Rumpon Diputus, Aksi Nelayan Teluk Tomini Desak Hentikan Survei Seismik

Ia menambahkan, kebijakan itu adalah bagian dari strategi memperkuat ekonomi berbasis komoditas unggulan dan mempersiapkan Parimo sebagai tuan rumah ekspor durian Indonesia–Tiongkok.

“Ini bukan gagasan spontan, tetapi arah pembangunan komoditas unggulan daerah,” tegasnya.

Wamen Farida mengapresiasi langkah Parimo yang dinilai berani mengambil posisi strategis dalam industri durian nasional. Menurutnya, kombinasi gerakan pekarangan dan penguatan desa akan memperkuat rantai pasok hingga daya saing durian lokal.

“Regulasi daerah menunjukkan keseriusan Parimo menyiapkan diri bukan hanya sebagai produsen, tetapi pusat ekonomi durian nasional,” ungkapnya.

Saat ini Parigi Moutong mencatat:

114.103 pohon durian produktif

1.114 hektar lahan durian

6.000 ton produksi panen 2024

Rp700 miliar perputaran ekonomi

Baca Juga:  Upaya Pemerintah RI Cegah Produk Lokal Tak Tergerus Barang Impor

16 gudang packing house

6 UMKM hilirisasi

Varietas ekspor utama: Durian Montong

Dengan infrastruktur tersebut, Parimo memasuki era baru industri durian. Panen pekan depan direncanakan menjadi momentum ekspor perdana durian Indonesia–Tiongkok, menempatkan daerah ini sebagai simpul penting perdagangan durian internasional.

Gerakan “Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian” dan program “1 Desa 2 Hektar Durian” disebut sebagai dua mesin penggerak yang saling melengkapi dalam memperluas areal tanam, membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM hilirisasi, dan memperkuat posisi Parimo di peta durian nasional.

“Dengan regulasi kuat, dukungan pemerintah pusat, dan antusias masyarakat, saya optimis Parigi Moutong akan menjadi rumah besar durian Indonesia,” pungkas Abdul Sahid.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *