PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memulai tahapan awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Rapat Orientasi dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD. Kegiatan ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Parigi Moutong, Yusnaeni, yang mewakili Bupati Parigi Moutong, Selasa, 23 Desember 2025, di Aula Kantor Bappelitbangda.
Yusnaeni menegaskan, kualitas perencanaan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Perencanaan yang disusun sejak awal, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan secara terukur dan berorientasi pada hasil.
“Perencanaan pembangunan harus lebih berkualitas, transparan, dan akuntabel agar mampu merumuskan tema pembangunan, program prioritas, sasaran, serta target yang ingin dicapai pada 2027,” ujar Yusnaeni.
Ia menekankan, RKPD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis yang menentukan efektivitas pelaksanaan pembangunan daerah. Karena itu, setiap tahapan perencanaan perlu disusun secara cermat dan berbasis data.
“Dokumen perencanaan yang baik akan menjadi dasar dalam mengarahkan kebijakan dan program pemerintah daerah secara tepat sasaran,” katanya.
Dalam forum tersebut, Yusnaeni juga mendorong seluruh pemangku kepentingan yang hadir untuk terlibat aktif dalam proses konsultasi publik. Partisipasi masyarakat dan perangkat daerah dinilai krusial untuk memperkaya substansi rancangan awal RKPD.
“Saya mengajak seluruh peserta menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan yang konstruktif demi penyempurnaan rancangan awal RKPD Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2027,” ujarnya.
Menurut Yusnaeni, sinergi dan kolaborasi antarpihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah daerah berharap, melalui forum ini, arah kebijakan pembangunan yang disusun benar-benar aspiratif dan berpihak pada kepentingan masyarakat Parigi Moutong.
“Sinergi dan kolaborasi yang kuat akan menentukan keberhasilan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong ke depan,” kata Yusnaeni.
Sumber: Diskominfo








