Karhutla Jadi Evaluasi, Bupati Parimo Siapkan Penambahan Armada Damkar

oleh -131 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avulua, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu (7/2/2026). Karhutla di wilayah ini menjadi evaluasi pemerintah daerah untuk merencanakan penambahan armada pemadam kebakaran yang selama ini dinilai terbatas. Foto: Dok. Konteks Sulawesi/Basrul
Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avulua, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu (7/2/2026). Karhutla di wilayah ini menjadi evaluasi pemerintah daerah untuk merencanakan penambahan armada pemadam kebakaran yang selama ini dinilai terbatas. Foto: Dok. Konteks Sulawesi/Basrul

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali belajar dari bencana yang berulang. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua dan Uevolo membuka satu persoalan lama, minimnya armada pemadam kebakaran. Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengakui, kapasitas penanganan kebakaran di daerahnya belum memadai dan perlu segera ditambah.

Erwin menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi karhutla di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu (7/2/2026). Ia menyebut pengalaman kebakaran kali ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama dari sisi peralatan dan armada.

Baca Juga:  Kombes Dodi Mengaku Bersalah ke Jurnalis SCTV Palu Pasca Kekerasan Verbal

“Belajar dari bencana ini, ke depan pemerintah daerah harus mempersiapkan peralatan, terutama peralatan manual, dan menambah unit armada damkar. Karena faktanya, kita masih kekurangan armada,” kata Erwin.

Kekurangan itu, menurut dia, berdampak langsung pada lambannya penanganan kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman warga. Karena itu, pemerintah daerah berencana menambah setidaknya satu unit mobil pemadam kebakaran dan menempatkannya di wilayah strategis.

“Penempatannya harus dipikirkan. Wilayah tengah seperti Mepanga atau Tinombo perlu ada armada yang siaga. Ini yang akan kami upayakan untuk diadakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Percepat Ekspor Durian Sulteng ke Tiongkok, Gubernur Rusdy Temui Menko Marves

Erwin menegaskan, fungsi armada damkar tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mobil pemadam juga dibutuhkan untuk merespons kebakaran rumah warga yang selama ini kerap bergantung pada upaya swadaya masyarakat.

“Kalau hanya berharap masyarakat, jelas tidak cukup. Banyak rumah warga sulit diselamatkan karena armada kita terbatas,” kata dia.

Ia mengakui, dalam sejumlah kasus kebakaran, rumah warga tidak dapat diselamatkan bukan karena api tak bisa dipadamkan, melainkan karena bantuan datang terlambat akibat jarak dan keterbatasan sarana.

Karena itu, Erwin menyatakan akan mengupayakan penambahan armada pemadam kebakaran sebagai kebutuhan prioritas, terutama bagi wilayah-wilayah yang jauh dari pusat Kota Parigi Moutong.

Baca Juga:  Banjir di Sungai Lasatu Kabupaten Buol Seret Dua Warga

“Ini kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya yang berada jauh dari pusat kota. Pemerintah daerah harus hadir,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *