Karhutla di Parimo Tembus 147 Hektare

oleh -692 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan kawasan perkebunan warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/2/2026). BPBD Parigi Moutong mencatat luas karhutla di wilayah tersebut mencapai 147 hektare dalam sepekan terakhir. Foto: Dok. Konteks Sulawesi.
Keterangan Foto: Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan kawasan perkebunan warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/2/2026). BPBD Parigi Moutong mencatat luas karhutla di wilayah tersebut mencapai 147 hektare dalam sepekan terakhir. Foto: Dok. Konteks Sulawesi.

PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mencapai 147 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat kebakaran terjadi dalam sepekan terakhir di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, serta Desa Uevolo dan Towera di Kecamatan Siniu.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan kebakaran yang berlangsung sejak lima hari terakhir itu berdampak pada kawasan hutan dan lahan pertanian warga.

“Total luasan karhutla yang terdata hingga hari ini mencapai 147 hektare,” kata Rivai, Sabtu, 7 Februari 2026.

Baca Juga:  BRIDA Dorong Pengembangan Wisata Tapak Tangan Prasejarah di Morowali Utara

Rivai menjelaskan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembersihan kebun. Kondisi semak kering membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Mayoritas titik api berasal dari pembukaan lahan, lalu meluas karena cuaca kering,” ujarnya.

Berdasarkan infografis BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, area terdampak di Kecamatan Parigi Utara meliputi Dusun IV Desa Toboli serta Dusun I Desa Avolua dengan luas sekitar 29 hektare. Sementara di Dusun II dan Dusun III Desa Avolua, kebakaran menghanguskan sekitar 118 hektare lahan.

“Jika dijumlahkan, total luasan mencapai 147 hektare,” kata Rivai.

Baca Juga:  PMI Harus Tangguh dan Adaptif Hadapi Zaman

Lahan yang terbakar mencakup hutan serta perkebunan warga, antara lain durian, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala. Di Kecamatan Siniu, kebakaran juga terjadi di Desa Towera, Dusun I, dengan luas terdampak sekitar 2,20 hektare yang meliputi kawasan hutan dan perkebunan.

BPBD mencatat penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, TRC BPBD Parigi Moutong, pemadam kebakaran kabupaten dan provinsi, Dinas PUPR, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana Dinsos, Dinas Kesehatan, PMI, FPRB, MDMC, BPBPK, aparat desa, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Geser 411 Personel, Tiga Wakapolres Masuk Daftar Mutasi

“Upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran,” kata Rivai.

Laporan: Basrul Idrus