PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Polres Parigi Moutong (Parmo) bersama Bhayangkari turun langsung ke Jalur Trans Sulawesi, Desa Pangi, membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan, Rabu (25/2/2026), sebagai bagian dari gerakan berbagi serentak selama Ramadan sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Parigi Moutong Ny. Bibit Hendrawan bersama jajaran pengurus. Sedikitnya 150 paket takjil dibagikan kepada para pengendara di depan Mako Polres.
Kapolres Hendrawan menjelaskan, kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama anak yatim serta rekan media.
“Pembagian takjil ini merupakan bagian dari kegiatan serentak selama Ramadan. Setelah itu, kami juga melaksanakan buka puasa bersama anak-anak yatim dan teman-teman media sebagai bentuk kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama Ramadan seluruh jajaran Polsek di wilayah Parigi Moutong diimbau melaksanakan kegiatan berbagi secara bergantian setiap hari. Setiap Polsek diharapkan turut membagikan takjil kepada masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.
Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, Polres juga mengundang 20 anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Pelawa beserta pembina untuk ikut merasakan kebersamaan Ramadan.
Menurut Kapolres, agenda ini semula direncanakan terhubung melalui video conference dengan Kapolri. Namun karena kendala teknis, kegiatan tetap dilaksanakan secara lokal tanpa mengurangi makna kebersamaan.
“Tujuan utama kami adalah berbagi dan menjalin silaturahmi. Semoga melalui kegiatan ini, kehadiran Polri bisa dirasakan masyarakat, sekaligus membantu pengguna jalan agar dapat berbuka puasa, meski dengan sederhana,” tuturnya.
Kegiatan berbagi ini diharapkan menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat selama Ramadan. Semangat berbagi dari jalanan Parigi Moutong diharapkan terus hidup sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Basrul Idrus











