PALU, KONTEKS SULAWESI — Program BERANI yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor strategis. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido itu terus diperluas untuk memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perkembangan Program BERANI dipaparkan dalam konferensi pers capaian program yang digelar di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kepala Dinas Kominfosantik Sulteng Agus Wahyu itu dibuka oleh Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido dan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta insan pers.
Dalam sambutannya, dr. Renny menegaskan bahwa Program BERANI bukan sekadar slogan pemerintahan, melainkan kebijakan yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mengetahui perkembangan setiap program yang dijalankan pemerintah.
“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar dr. Renny.
BERANI Cerdas Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Sektor pendidikan menjadi penerima alokasi anggaran terbesar melalui Program BERANI Cerdas. Pemerintah Provinsi Sulteng mengalokasikan sekitar Rp351 miliar pada 2026 untuk tujuh program utama yang menyasar peserta didik, mahasiswa, hingga tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanza, menjelaskan bahwa program ini kini tidak hanya memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Strata 1, tetapi juga mencakup mahasiswa Strata 2, Strata 3, pendidikan dokter spesialis, serta beasiswa bagi guru.
Pemerintah juga menyalurkan BOSDA bagi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa kurang mampu, bantuan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK, beasiswa S2 bagi guru, bantuan seragam sekolah, hingga penyediaan akses internet Starlink di sekolah-sekolah terpencil.
Khusus program beasiswa mahasiswa, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp264 miliar. Jumlah penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa setelah pendaftar tahun 2026 meningkat menjadi 27.344 orang.
Selain itu, pemerintah memperoleh dukungan hampir Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB di berbagai daerah.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” kata Firmanza.
BERANI Sehat Perluas Akses Pelayanan
Di sektor kesehatan, Program BERANI Sehat terus memperluas perlindungan layanan bagi masyarakat melalui integrasi dengan BPJS Kesehatan dan skema Non-JKN.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Fatma A. Deu, menjelaskan hingga Juni 2026 realisasi anggaran program mencapai Rp52,4 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membantu iuran peserta BPJS dari kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Selain itu, skema Non-JKN juga memberikan pembiayaan bagi layanan kesehatan yang belum ditanggung BPJS, seperti korban kekerasan, penganiayaan, hingga kejadian luar biasa atau wabah.
Pemerintah juga memanfaatkan aplikasi Sehati untuk mempercepat verifikasi kepesertaan sekaligus membantu penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi anak yang belum memiliki identitas.
BERANI Lancar Perkuat Konektivitas Daerah
Sementara di sektor infrastruktur, Program BERANI Lancar terus mendorong pembangunan jalan dan jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng, Faidul Keteng, menyebutkan pada 2026 pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan total anggaran Rp208,98 miliar.
Selain itu, terdapat 12 paket proyek kontrak tahun jamak (multiyears contract) senilai Rp604,82 miliar yang disiapkan untuk memastikan pembangunan jalan provinsi berjalan berkelanjutan.
Pemerintah juga membangun 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer sebagai bagian dari target Program BERANI Lancar 1.000 kilometer jalan desa.
Menurut Faidul, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, membuka akses ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program BERANI kini menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pelayanan publik dan konektivitas wilayah.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan akses ekonomi yang semakin merata,” pungkas pemerintah dalam pemaparan capaian Program BERANI.
Sumber: Tim Media Partner Gubernur BERANI.









