PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Banjir melanda empat desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat (28/8/2026), setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap hingga ke permukiman warga. Hingga laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diterima pukul 18.50 WITA, banjir masih belum surut.
Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.30 WITA dan berdampak pada Desa Labuan Donggulu, Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara serta Desa Peningka. Air sungai yang meluap menggenangi sejumlah wilayah permukiman di beberapa dusun.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 188 kepala keluarga (KK) terdampak. Rinciannya, Desa Laemanta sebanyak 34 KK, Desa Laemanta Utara 81 KK, dan Desa Labuan Donggulu 73 KK. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi masih nihil.
Di tengah kondisi tersebut, akses transportasi juga terganggu. Jalan Trans Sulawesi tertutup material longsor di kawasan perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta Induk. Kondisi ini berpotensi menghambat mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan apabila tidak segera ditangani.
Selain jalan tertutup material longsor, sebuah jembatan di Desa Peningka dilaporkan putus akibat bencana. Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu akses masyarakat antardesa.
Untuk mempercepat penanganan, tim reaksi cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa melakukan asesmen atau kaji cepat di sejumlah titik terdampak.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) juga memobilisasi alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup Jalan Trans Sulawesi. Sementara itu, jembatan Bailey yang disiapkan untuk penanganan akses dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 22.00 WITA.
Penanganan di lapangan melibatkan aparat desa, masyarakat, BPBD, TNI, Polri, PT Bina Kaili dan BPJN Sulawesi Tengah. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses serta penanganan warga yang terdampak.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi normalisasi sungai, pembersihan material longsor di Jalan Trans Sulawesi serta penyediaan air bersih. Sementara dampak terhadap sektor perkebunan dan pertanian masih dalam proses pendataan.
Hingga Jumat malam, kondisi banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Kasimbar masih belum surut. Tim TRC terus melakukan asesmen untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Banjir masih belum surut dan proses asesmen atau kaji cepat masih dilakukan. Penanganan akses jalan, jembatan serta kebutuhan mendesak masyarakat terus dikoordinasikan bersama seluruh unsur yang terlibat,” demikian laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, pungkasnya.
Sumber: Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong.









