PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Kalak BPBD Rivai menindaklanjuti laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terkait penanganan darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pada Rabu, 16 September 2026, BPBD menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter kepada warga di Desa Tomini, Dusun II, Kecamatan Tomini.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan dampak kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan harian Posko Penanganan Darurat Kekeringan dan Karhutla, perkebunan yang terdampak kekeringan tercatat seluas 3,92 hektare. Sementara, tidak terdapat laporan dampak kekeringan pada persawahan.
Untuk Karhutla, laporan BPBD menyebutkan nihil kejadian. Tidak ada luasan hutan maupun perkebunan yang dilaporkan berhasil dipadamkan.
Dalam mendukung penanganan di lapangan, Posko Kecamatan Tomini dilengkapi sejumlah peralatan. Di antaranya tenda pengungsi, tiga velbed, dua tandon air, dua kaki tandon, satu pemukul api, dua jet shooter pemadam, kompor beserta tabung gas, serta satu unit Mobil MTA BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
BPBD terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan, terutama dalam menghadapi dampak kekeringan serta potensi Karhutla.
“Penanganan dilakukan berdasarkan laporan dan kondisi di lapangan, termasuk distribusi air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Sumber: Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong.









