PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) terus menggenjot upaya menghadirkan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah ini dilakukan demi membuka peluang lebih besar bagi warga kecil untuk memiliki hunian layak dengan harga terjangkau.
Plt Kepala DPKP Parimo, Andri Wijaya, menjelaskan program subsidi perumahan tersebut dijalankan oleh Kementerian PUPR melalui fasilitas pembiayaan berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), hingga subsidi suku bunga. Program ini juga melibatkan BP Tapera serta bank pelaksana.
“Kenapa kami terus berupaya melobi program ini? Agar masyarakat kecil bisa memiliki rumah sendiri dan tidak lagi menumpang dengan keluarganya atau harus mengeluarkan biaya kos-kosan,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Parimo memiliki karakteristik wilayah pesisir yang berbeda dengan Kota Palu sebagai kawasan perkotaan. Karena itu, Pemda berencana melakukan studi ke Kota Malang untuk mempelajari pola pembangunan perumahan yang sesuai dengan kondisi daerah.
“Lewat studi itu, kita akan mengetahui langkah-langkah strategis yang harus ditempuh ke depan,” jelasnya.
Andri menambahkan, Pemda Parimo sebenarnya sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan perumahan tersebut. Namun saat ini pendataan masih terus dilakukan sebelum proyek dimulai.
“Kami akan memulai pembangunan ini dari dalam kota terlebih dahulu sebagai salah satu percontohan,” katanya.
Rencana pembangunan rumah subsidi ini akan dipusatkan di Desa Lebo. Hunian yang dirancang nantinya masuk dalam kategori perumahan BTN, namun tetap bersubsidi sehingga terjangkau bagi warga MBR.
“Kalau program ini terealisasi, harapan kami masyarakat Parimo bisa segera menikmati hunian layak tanpa harus terbebani biaya tinggi,” pungkasnya.
Laporan: Tommy Noho











