Sekda Parimo Buka Pelatihan Bahasa Jepang untuk Calon PMI

oleh -372 Dilihat
oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, memberikan motivasi kepada peserta Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Parimo saat pembukaan kegiatan di Gedung Diklat BKPSDM, Selasa (30/9/2025). Foto: Diskominfo Parigi Moutong
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, memberikan motivasi kepada peserta Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Parimo saat pembukaan kegiatan di Gedung Diklat BKPSDM, Selasa (30/9/2025). Foto: Diskominfo Parigi Moutong

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Kesempatan emas bagi generasi muda Parigi Moutong (Parimo) kembali terbuka. Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi menggulirkan program Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Zulfinasran, mewakili Bupati pada Selasa (30/9/2025).

Kegiatan pelatihan yang digelar hasil kerja sama Disnakertrans Parimo dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kessaku Indonesia ini akan berlangsung sejak Rabu, 1 Oktober hingga Senin, 29 Desember 2025 di Gedung Diklat BKPSDM Parimo. Sebanyak 25 CPMI asal daerah ini berhasil lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan.

Baca Juga:  Syarat Dukungan Osgar-Alina Bakal Diverfak KPU Parimo

“Program ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya membuka peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda kita. Saya berpesan kepada seluruh peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, ikuti setiap sesi dengan penuh keseriusan dan semangat belajar,” ujar Sekda Zulfinasran dalam sambutannya.

Kepala Disnakertrans Parimo menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu program kerja strategis pemerintah daerah. Tujuannya untuk memperluas penempatan tenaga kerja ke luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing para CPMI, khususnya di pasar kerja Jepang.

“Selain meningkatkan kemampuan bahasa, pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan budaya kerja serta kehidupan di Jepang. Dengan begitu mereka lebih siap menghadapi proses seleksi dan keberangkatan,” terangnya.

Baca Juga:  Bakesbangpol Sulteng Matangkan Persiapan Seleksi Paskibraka

Sekda Zulfinasran turut mengingatkan agar para peserta tidak mudah menyerah selama menjalani proses pelatihan. Ia menekankan, ketekunan dan semangat juang akan menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan di negeri orang.

Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja migran asal Parimo yang kompeten, profesional, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan di Jepang.

“Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan Kabupaten Parigi Moutong yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

Baca Juga:  Polisi: Pemberantasan Narkoba di Sulteng Perlu Sinergitas

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *