PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Pemerintah Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menyiapkan gelaran upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang di Desa Lado. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah setempat untuk mendorong peran aktif generasi muda melalui wadah Karang Taruna di wilayah itu.
“Persiapan terus kami genjot. Ini bukan sekadar upacara seremonial, tetapi bentuk perhatian pemerintah terhadap seluruh pemuda di Kecamatan Sidoan,” ujar Plt Camat Sidoan, Muamar, kepada Konteks Sulawesi, Jumat (10/10).
“Kami ingin memberdayakan generasi muda sebagai agen perubahan, pelestari budaya, dan penjaga lingkungan agar lahir masyarakat yang maju dan berkarakter,” tuturnya.
Muamar menilai, Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi pemuda. Melalui organisasi ini, para remaja dapat menempa diri menjadi pribadi mandiri, peduli sosial, dan produktif di tengah masyarakat.
“Bagi individu, Karang Taruna menjadi ruang pengembangan diri dan keterampilan. Sedangkan bagi masyarakat, ia memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan pembangunan ekonomi lokal,” kata Muamar.
Ia menegaskan, arah pembinaan pemuda di Kecamatan Sidoan bukan hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Muamar berharap para pemuda di wilayahnya menjadi generasi berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah.
“Bukan menjadi anak muda yang tidak punya arah. Saya ingin mereka dikenal karena prestasi, bukan karena perilaku negatif seperti pencurian atau narkoba,” tegasnya.
Lebih jauh, Muamar mengungkapkan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya di Desa Sidoan Barat, yang bahkan pernah menjadi tuan rumah Karang Taruna tingkat kabupaten Parigi Moutong. Tahun ini, giliran Desa Lado yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara dan kegiatan kepemudaan.
Ia berharap, peringatan Sumpah Pemuda kali ini menjadi ajang pembuktian bahwa generasi muda Sidoan siap tampil dan berkontribusi nyata bagi pembangunan desa.
“Saya ingin anak muda menunjukkan prestasinya, bukan menghabiskan waktu tanpa manfaat. Mereka harus menjadi contoh bagi masyarakat,” pungkas Muamar.
Laporan: Tommy Noho








