Pemkab Parimo Salurkan Bantuan Pangan Cegah Inflasi

oleh -219 Dilihat
oleh
Keterangan Foto: Bupati Parigi Mouotong bersama Sejumlah pejabat Pemerintah menyerahkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada warga pada kegiatan distribusi pangan di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah. Foto: Tommy Noho
Keterangan Foto: Bupati Parigi Mouotong bersama Sejumlah pejabat Pemerintah menyerahkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada warga pada kegiatan distribusi pangan di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah. Foto: Tommy Noho

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai menyalurkan bantuan distribusi pangan sebagai langkah menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di daerah. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Rabu (12/11/2025).

Bupati Parimo, Erwin Burase, menegaskan bahwa distribusi pangan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada warga yang kekurangan kebutuhan pokok.

“Kegiatan ini adalah langkah pencegahan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas bahan pangan di seluruh wilayah Parigi Moutong,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden mengenai pengendalian inflasi di daerah melalui pemerataan distribusi bahan pokok.

Baca Juga:  Bupati Parimo Bawa 5 Ton Beras Untuk Warga Terdampak

“Pemerintah melakukan intervensi penuh, yakni menyalurkan 846.000 liter minyak goreng kepada 4.236 penerima manfaat,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menstabilkan harga, khususnya komoditas harian seperti beras dan minyak goreng yang rentan naik-turun. Inflasi, kata Erwin, tak boleh dibiarkan karena dapat memukul daya beli masyarakat maupun pendapatan petani.

“Harga harus terjangkau, pedagang tetap untung, dan petani tidak boleh rugi,” pungkasnya.

Laporan: Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *