PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melaksanakan kunjungan kerja dan peresmian sejumlah satuan pendidikan yang telah menyelesaikan program revitalisasi bangunan, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas nasional di sektor pendidikan.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase meresmikan SD Inpres 3 Kayu Agung, SMPN Tomini, SDN Ulatan, dan SD Inpres 2 Bobalo. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hairudin, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Muhammad Rain Abdullah.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan hasil revitalisasi dapat difungsikan sesuai peruntukan serta mendukung proses pembelajaran di sekolah penerima program.
Bupati Erwin Burase menyebut revitalisasi sekolah merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pendidikan. Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas sarana fisik sebagai prasyarat dasar dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan proses belajar dapat berlangsung lebih nyaman dan berdampak pada peningkatan hasil pendidikan,” ujar Erwin saat peresmian di SD Inpres 3 Kayu Agung.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga merencanakan kunjungan lanjutan ke sekolah lain dengan pembagian wilayah kunjungan di kawasan Selatan, Tengah, dan Utara, seiring luasnya wilayah administrasi daerah.
Usai peresmian, Bupati meninjau ruang kelas dan fasilitas penunjang serta menekankan pentingnya pemeliharaan bangunan agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Pemerintah daerah belum memaparkan skema pembiayaan dan mekanisme pengawasan pemeliharaan pascarevitalisasi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, menyatakan seluruh pekerjaan revitalisasi telah melalui proses pengawasan teknis dan dinyatakan memenuhi standar sarana pendidikan.
“Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas dan pemerataan sarana prasarana pendidikan,” kata Sunarti.
Pihak sekolah penerima program menyampaikan apresiasi atas perbaikan fasilitas yang dilakukan dan berharap sarana tersebut dapat mendukung efektivitas pembelajaran.
Hingga kini, pemerintah daerah belum menyampaikan evaluasi dampak revitalisasi terhadap capaian mutu pendidikan, distribusi tenaga pendidik, maupun kesenjangan akses pendidikan antarkawasan di Parigi Moutong.
Sumber: Diskominfo








