PARIMO, KONTEKS SULAWESI — Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman warga, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong yang diterima pada pukul 01.42 WITA, sebanyak 57 rumah di Dusun II terdampak, dengan jumlah penghuni mencapai 73 kepala keluarga (KK) atau 251 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat satu ibu hamil, empat bayi, 17 balita dan 16 warga lanjut usia (lansia). Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Banjir juga menyebabkan 14 KK atau 48 jiwa harus mengungsi. Mereka terdiri dari 24 laki-laki dan 24 perempuan, termasuk lima lansia, satu balita, dua bayi, sembilan anak dan 31 orang dewasa.
Dampak kerusakan dan genangan juga cukup signifikan. Sebanyak 11 rumah mengalami rusak berat, sedangkan 46 rumah lainnya rusak atau terendam banjir. Selain itu, pagar pabrik durian mengalami kerusakan.
Banjir turut merendam kendaraan milik warga maupun peralatan usaha. BPBD mencatat sembilan unit sepeda motor, dua unit forklift dan empat unit mobil terdampak genangan.
Fasilitas umum juga ikut terdampak, di antaranya fasilitas Pamsimas di Dusun II dan fasilitas PNPM Tobelo di Dusun I. Sementara itu, sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan dilaporkan tidak mengalami dampak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama lintas sektor, aparat desa dan masyarakat melakukan kaji cepat serta penanganan di lokasi. Tim juga mendistribusikan air bersih, membersihkan rumah dan jalan yang terdampak, serta mendirikan posko darurat dan tenda pengungsian.
Bantuan makanan siap saji turut disalurkan kepada warga terdampak. Tim di lapangan juga melakukan upaya normalisasi sungai sebagai bagian dari penanganan untuk mengurangi potensi genangan kembali.
Sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, antara lain makanan siap saji, perlengkapan bayi, pakaian layak pakai, air bersih, tenda pengungsi dan logistik penanggulangan bencana. Pembersihan rumah warga serta normalisasi sungai juga masih menjadi kebutuhan penting pascabanjir.
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Parigi Moutong, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah Kecamatan Parigi Utara, TNI, Polri, Damkar dan Satpol PP, Basarnas, Tagana, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Dinas Perhubungan, PMI, WIZ, BAZNAS, komunitas pecinta alam, aparat Desa Avolua, masyarakat dan relawan.
Hingga laporan diperbarui pada Jumat (28/8/2026) pukul 19.30 WITA, kondisi di Desa Avolua mulai berangsur normal. Air banjir telah surut dan arus lalu lintas kembali normal. Namun, aliran air Pamsimas belum sepenuhnya pulih.
“Banjir telah surut dan lalu lintas kembali normal. Penanganan warga terdampak terus dilakukan, sementara normalisasi sungai dan pemulihan fasilitas air bersih masih menjadi perhatian,” pungkas Rivai.
Sumber: Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong









