PARIMO, KONTEKS SULAWESI – Hasbar salah satu Praktisi Hukum meminta Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengevaluasi kinerja Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Richard Arnaldo Djanggola.
Hasbar menilai, Pj Bupati Parimo memiliki keterkaitan emosional dengan sejumlah politisi yang memiliki agenda politik di daerah.
“Contohnya dalam konteks Pemilu pada Februari 2024, kedua orang tua Pj Bupati ikut mencalonkan sebagai anggota legislatif, pak Longki Djanggola jadi Caleg DPR RI, ibunya sebagai Caleg DPRD Provinsi dan anaknya Pj Bupati. Secara emosional tidak mungkin anak tidak membantu,” ungkap Hasbar kepada sejumlah media.
Untuk menghindari resistensi politik pada Pilkada November 2024 mendatang, Gubernur Sulawesi Tengah harus mengevaluasi Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo Djanggola.
Apalagi, beredar informasi Ipar Longki Djanggola yang juga sebagai paman dari Pj Bupati Parimo akan ikut berkontekstasi pada Pilkada November mendatang.
“Kemudian Pilkada dekat mata. Kalau misalnya pak Badrun Nggai maju pada Pilkada. Ini kan Paman dari Pj Bupati Parimo,” terang Hasbar.
Hasbar menambahkan, jika ingin menghindari resistensi politik di Parimo, jangan sampai orang-orang ditunjuk jadi Pj Bupati beraviliasi dengan keluarga politisi yang akan maju pada Pilkada Parimo November nanti.
Ia pun menginginkan, agar Gubernur menunjuk Pj Bupati yang netral dan tidak memiliki kepentingan politik praktis di Parimo. Dengan harapan agar bisa menjalankan roda pemerintahan yang baik hingga terpilihnya bupati definitif.
“Harusnya gubernur menempatkan Pj yang netral, sehingga bisa menjalankan tugas di masa transisi kepemimpinan di Parimo,” pungkasnya.
Laporan : Tommy Noho








