Semarak Lomba Gerak Jalan di Parigi Moutong

oleh -454 Dilihat
oleh
Semarak Lomba Gerak Jalan di Parigi Moutong
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, menggelar lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024, Kamis (2/5). (Foto: Dok. Diskominfo Parigi Moutong)

PARIMO, KONTEKS SULAWESI Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024.

Lomba gerak jalan yang dimulai pada Kamis, 2 Mei 2024 ini berlangsung di Taman Toraranga dan berakhir di Taman Masigi, Kota Parigi.

“Perayaan Hari Pendidikan Nasional memperlihatkan bahwa Kabupaten Parigi Moutong merasa bergembira dan senang,” ujar Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo saat melepas peserta gerak jalan.

Richard menyebut, peserta lomba gerak jalan terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, SMA, SMK, Sederajat se-Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga:  Polisi Gelar Latpraops Lilin Tinombala 2025, Amankan Natal dan Tahun Baru di Sulteng

Lebih lanjut ia mengatakan, ke depan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan berupaya untuk mewujudkan siswa-siswi yang berkarakter dan mandiri.

“Tentunya upaya ini juga didukung oleh tenaga pendidik. Olehnya dalam sistem pengajaran seorang guru harus bisa improvisasi atau menginovasi, baik itu dari digital maupun cara pendekatan kepada siswa-siswi saat melakukan pembelajaran,” imbuhnya.

Dengan begitu, melalui lomba ini, tentunya menjadi salah satu upaya untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan unggul, salah satu kriterianya adalah memiliki kesehatan yang prima, selain harus cerdas dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Baca Juga:  TP-PKK dan Bunda PAUD Dilantik, Parimo Tancap Gas Perkuat SDM dan Tekan Stunting

Oleh karenanya, Richard mengimbau kepada kepala sekolah dan para guru, untuk selalu memperhatikan pengembangan potensi anak disekolah masing-masing.

Ia juga meminta seorang guru tidak hanya memfokuskan pada ilmu pengetahuan saja. Tetapi juga pada pembinaan dan pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia.

“Sebab dari keseimbangan inilah dan atas izin Tuhan Yang Maha Esa, dapat membawa generasi di Bumi Mutiara Khatulistiwa menjadi manusia yang berguna,” pungkasnya.**